• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Agustus 28, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Peluang bagi Petani di Mandailing, Harga Kopi Diprediksi Naik

by Redaksi
Rabu, 16 Oktober 2024
0 0
0
Peluang bagi Petani di Mandailing, Harga Kopi Diprediksi Naik
ADVERTISEMENT

Ulupungkut, StartNews Harga kopi diprediksi terus memgalami kenaikan hingga beberapa tahun kedepan. Hal ini terjadi karena beberapa negara pemasok utama kopi gagal panen sebagai dampak pemanasan global.

Prediksi itu disampaikan oleh Ketua Koperasi Kopi Mandailing Jaya (Komanja) Syafruddin Lubis di Ulupungkut, Rabu (16/10/2024).

Menurut dia, perkiraan kenaikan harga kopi secara global itu diprediksi oleh para pakar sejalan dengan berkurangnya pasokan kopi global.

“Di Mandailing Natal ini sangat potensial untuk ditanami kopi. Dataran rendahnya untuk kopi robusta dan pada ketinggian 900 Mdpl (meter di atas permukaan laut) ke atas untuk arabika. Ini tentu peluang bagi petani daerah ini untuk terus bertanam kopi arabika atau robusta, tergantung kesesuaian lahannya” papar Syafruddin Lubis.

Untuk arabika, kata dia, hari ini Komanja membeli gabah dari anggota dan petani pada harga Rp40 ribu per kilogram. Sedangkan robusta pada harga Rp67 ribu dalam bentuk greenbean dari petani.

Artinya, petani kopi arabika dan robusta kedepan memiliki peluang memperbaiki ekonominya dari komoditas ini.

Sedangkan kuantitas kopi arabika atau robusta Mandailing cenderung menurun, karena petani belum melihat kopi sebagai sebuah komoditas yang menguntungkan. Padahal, kopi merupakan komoditas yang menggiurkan.

Selain itu, petani kopi Mandailing juga tidak akan merawat kebunnya ketika harga turun. Padahal, harga kopi turun hanya berlangsung sebentar.

“Petani kopi meninggalkan kebunnya gara-gara harganya turun terjadi waktu Covid-19. Padahal, setelah Covid-19, harga kopi merangkak naik dan cenderung stabil pada harga Rp40 ribu untuk gabah arabika dan 60 sampai 65 ribu untuk robusta,” ucapnya.

Reporter: Lokot Husda Lubis

 

Tags: Harga KopiMandailingNaikPeluangPetani
ShareTweet
Next Post
Mantan Wabup Tapsel Sebut Paslon BAGUSI Paket Komplit

Mantan Wabup Tapsel Sebut Paslon BAGUSI Paket Komplit

Discussion about this post

Recommended

Terkait Penggelembungan Suara, THN AMIN Sumut Laporkan KPU ke Bawaslu

Terkait Penggelembungan Suara, THN AMIN Sumut Laporkan KPU ke Bawaslu

3 tahun ago
Kemenag Siapkan 6.180 Posko Masjid Ramah di Jalur Mudik 2025, Ini Sebarannya

Kemenag Siapkan 6.180 Posko Masjid Ramah di Jalur Mudik 2025, Ini Sebarannya

1 tahun ago

Popular News

  • Jamaah Umrah yang Gagal ke Tanah Suci Pulang ke Madina Langsung Lapor Polisi

    Jamaah Umrah yang Gagal ke Tanah Suci Pulang ke Madina Langsung Lapor Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuasa Hukum AML Imbau Kajari Madina Saat Ini Hindari Bola Panas Kasus Smart Village

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Madina Bantah Terlibat Aktivitas PETI di Nagajuang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merugi Ratusan Juta Rupiah, Founder PT SAI Siap Polisikan Direktur Sultan Andalus Haramain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Korban Dugaan Penipuan Travel Umrah SAH Bermunculan di Medsos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026