• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, September 17, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Momentum Hardiknas, Politisi PKB di Senayan Minta Program Merdeka Belajar Dievaluasi

by Saparuddin Siregar
Selasa, 2 Mei 2023
0 0
0
Momentum Hardiknas, Politisi PKB di Senayan Minta Program Merdeka Belajar Dievaluasi

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. (FOTO: Dep/nr/dpr.go.id)

ADVERTISEMENT

Jakarta, StartNews Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengingatkan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023 perlu dijadikan ruang evaluasi untuk mengukur efektivitas Program Merdeka Belajar. Dicanangkan sejak Februari 2022, menurut dia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) sudah memiliki sejumlah indikator keberhasilan maupun kegagalan.

Kami menilai setidaknya ada indikator yang bisa kita lihat untuk melihat tren efektivitas apakah memang hasil program Merdeka Belajar ini sesuai yang bertujuan menciptakan profil pelajar Pancasila yang mempunyai karakter kuat dan menguasai kemampuan dasar bidang numerik, literasi, dan sains setelah hampir 3,5 tahun diluncurkan Mas Menteri, tutur Syaiful Huda dalam rilisnya, Selasa (2/5/2023).

Program Merdeka Belajar memiliki 24 episode. Masing-masing dari episode tersebut berisi sejumlah sub program yang merupakan turunan dari visi Merdeka Belajar. Di antaranya, program sekolah penggerak, program guru penggerak, program organisasi penggerak, program asesmen nasional, penghapusan tes akademik untuk masuk perguruan tinggi negeri, hingga penghapusan tes calistung bagi siswa PAUD.

Dari sudut pandang Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) itu, beberapa subprogram Merdeka Belajar memiliki kontroversi. Seperti, adanya kisruh organisasi penggerak yang sempat menjadi polemik nasional dan penolakan terhadap RUU Sisdiknas oleh sebagian masyarakat pendidikan sehingga gagal menjadi program legislasi nasional prioritas.

Sehingga, dia menilai itikad baik dari Kemendikbudristek harus segera dilakukan. Mengingat, evaluasi program Merdeka Belajar menjadi vital guna meningkatkan partisipasi publik dalam proses perumusan dan adopsi kebijakan Merdeka Belajar.

Berbagai program tersebut tentu merupakan itikad baik dari Mas Menteri namun sebagai sebuah kebijakan maka sudah seharusnya diuji apakah memang benar-benar memberikan dampak bagi perbaikan kualitas pendidikan di tanah air, ujarnya.

Di sisi lain, pengelolaan tenaga pendidikan di Indonesia belum menemukan titik terang. Hingga kini, program rekrutmen sejuta guru honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) belum terpenuhi sesuai dengan harapan. Di sisi lain, dirinya melihat kesenjangan kualitas pendidikan kualitas pendidikan antar wilayah juga masih terasa.

Upaya untuk membuat sekolah sebagai tempat aman dan nyaman bagi peserta didik untuk tumbuh kembang juga masih belum sepenuhnya terealisasi. Hal ini dibuktikan dengan masih maraknya bullying yang bahkan memunculkan korban jiwa, katanya.

Oleh karena itu, Syaiful pun berharap, di sisa waktu 1,5 masa kerja Mendikbud Ristek Nadiem Makarim ini, secepatnya dilakukan penajaman program prioritas supaya dampak nyata dari upaya perbaikan kualitas pendidikan di tanah air terasa. Menurutnya, Nadiem Makarim juga perlu memilih program yang harus diselesaikan sehingga diperolehlegacyyang diingat oleh publik.

Saya menyarankan tunaikan saja rekruitmen sejuta guru honorer menjadi PPPK sehingga janji perbaikan kesejahteraan guru bisa terealisasi. Dengan demikian periode pemerintahan ke depan tinggal fokus pada peningkatan kualitas dan manajemen distribusi guru ke seluruh wilayah di tanah air, tutur legislator Daerah Pemilihan Jawa Barat VII itu.

Reporter: Rls

ShareTweet
Next Post
Polda Sumut Dalami Kasus Gratifikasi AKBP Achiruddin Hasibuan dari PT Almira

Polda Sumut Dalami Kasus Gratifikasi AKBP Achiruddin Hasibuan dari PT Almira

Discussion about this post

Recommended

Prabowo Ungkap Temuan Monasit Senilai Rp128 Triliun di Area Tambang Ilegal Babel

Prabowo Ungkap Temuan Monasit Senilai Rp128 Triliun di Area Tambang Ilegal Babel

12 bulan ago
Letkol Inf. Amrizal Nasution Gantikan Rooy Chandra sebagai Dandim 0212/TS

Letkol Inf. Amrizal Nasution Gantikan Rooy Chandra sebagai Dandim 0212/TS

4 tahun ago

Popular News

  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4.843 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Hipotensi dan Hipertensi, Bagaimana Pencegahan dan Pengendaliannya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026