Menhaj Mochamad Irfan Yusuf mengimbau masyarakat memilih travel umrah berizin dan resmi dan jangan tergiur dengan tarif murah.
Jombang, StartNews – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan masyarakat agar cermat memilih penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan tidak menjadikan tarif murah sebagai satu-satunya pertimbangan. Menhaj menegaskan hal ini untuk menyikapi insiden penundaan keberangkatan sebanyak 196 jamaah umrah asal Kabupaten Jombang akibat kendala ketersediaan tiket penerbangan dari pihak agensi travel.
“Hati-hati memilih travel. Jangan hanya melihat murahnya. Pastikan travelnya resmi, berizin, dan jelas pelayanan serta kemampuan memberangkatkan jamaah,” tegas Mochamad Irfan Yusuf di Jombang, baru-baru ini.
Laporan mengenai tersendatnya jadwal keberangkatan tersebut diterima Menhaj bersama Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Jombang Ilham Rohim. Kemenhaj menurunkan tim untuk menemui para jamaah guna memastikan kondisi fisik, logistik, serta memantau proses penyelesaian masalah yang melibatkan KBIHU Muslimat Kabupaten Jombang dan pihak travel PT Annisa Ahmada.
Kejadian ini bermula ketika 196 jamaah yang telah berkumpul sejak dini hari pada jadwal keberangkatan awal gagal terbang secara bersamaan karena pihak travel hanya mampu menyediakan 40 tiket.
Penolakan jamaah untuk berpisah rombongan berujung pada mediasi di Polres Jombang, yang kemudian melahirkan kesepakatan penjadwalan ulang keberangkatan secara bertahap mulai akhir Agustus hingga awal September.
Sebagai bentuk perlindungan konsumen, Kemenhaj akan meningkatkan pengawasan dan tidak segan mencabut izin operasional agen travel yang terbukti melakukan pelanggaran berat.
Kemenhaj juga memantau pemenuhan hak-hak jamaah yang saat ini diakomodasi di Surabaya, serta mendukung langkah hukum pidana maupun perdata apabila pihak travel kembali melanggar janji keberangkatan.
Reporter: Sir





Discussion about this post