Madina Screen Printing hadir di Panyabungan UNTUK menawarkan jasa cetak sablon premium dan konveksi untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif lokal.
Panyabungan, StartNews – Madina Screen Printing menghadirkan layanan jasa cetak sablon berkualitas premium di Desa Guntungtua Panggorengan, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), guna merespons tren positif perkembangan industri kreatif dan UMKM lokal. Usaha yang berlokasi di Jalan Lintas Medan-Padang, Gang Karim M. Zein ini siap melayani kebutuhan konveksi masyarakat, instansi, hingga komunitas dalam skala kecil maupun besar.
Layanan yang ditawarkan mencakup pengerjaan kaos kustom, pesanan seragam komunitas, hingga produksi massal mencapai ratusan potong. Usaha ini mengandalkan kombinasi teknologi pengerjaan digital serta teknik sablon manual untuk media kaos, topi, dan aksesoris sandang lainnya.
Konsumen juga diberikan fleksibilitas memilih pilihan bahan kain dari standar hingga kelas premium yang disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan acara.
Pemilik Madina Screen Printing, Hamzah Fansuri, menegaskan komitmennya dalam memberikan hasil produksi yang presisi serta pelayanan yang adaptif terhadap keinginan pelanggan.
“Kami mengedepankan kualitas hasil cetak dan kenyamanan bahan. Di Madina Screen Printing, konsumen bisa bebas memilih bahan kain premium yang kami sediakan, sekaligus mengonsultasikan desain sablon agar hasilnya sesuai ekspektasi dan tetap masuk dalam anggaran mereka,” ujar Hamzah Fansuri.
Hamzah mengatakan seluruh alur produksi dijalankan dengan kontrol kualitas yang setara tanpa membedakan volume pemesanan.
“Baik pesanan lusinan untuk pemakaian komunitas, seragam acara, sampai pesanan partai ratusan piece, semuanya kami layani dengan standar kualitas yang sama,” tegas Hamzah.
Guna mempermudah alur pemesanan dan konsultasi desain bagi pelanggan dari dalam maupun luar daerah, Madina Screen Printing membuka layanan komunikasi langsung. Masyarakat dapat menghubungi kontak WhatsApp resmi di nomor 0822-9444-9319 atau datang langsung ke lokasi workshop di Desa Guntungtua Panggorengan.
Reporter: Rls





Discussion about this post