CAK kelen perhatikan sebentar. Hari Senin semalam, tepatnya tanggal 10 Agustus 2026, ada pemandangan yang bikin hati awak adem kali nengoknya di Masjid Istiqomah Lingkungan V, Kelurahan Panyabungan II. Wakil Bupati Madina kita, Atika Azmi Utammi Nasution, turun langsung menyalurkan santunan buat 36 anak yatim dari Lingkungan III, V, dan VI. Ini bukan sekadar acara serah terima amplop biasa, tapi ada ketulusan yang betul-betul terasa di situ.
Awak nengoknya salut kali, bah. Kenapa awak bilang gitu? Kita sama-sama tahu Bu Atika ini kan statusnya masih lajang, belum berkeluarga. Tapi, tengoklah perhatiannya sama anak-anak di Madina, apalagi anak yatim piatu, udah macam ibu kandung sendiri.
Kasih sayangnya tulus, nggak dibuat-buat. Buktinya, di sela-sela ngasih santunan, dia sempat pula ngasih wejangan yang mantap kali buat emak-emak yang hadir. Katanya, kita ini sekarang udah dijajah sama kemajuan teknologi, khususnya HP.
Betul kali apa yang dibilang Bu Wakil ini. Anak-anak sekarang sibuk kali main HP sampai sering tenggelam di dunianya sendiri.
Kalau kata Bu Atika, tantangan ngasuh anak zaman sekarang ini berat. Tanpa pengawasan ketat dari orangtua, gadget yang ada di tangan anak-anak itu bisa bikin mereka salah arah dan nggak produktif. Pesan ini menunjukkan betapa pedulinya dia sama masa depan anak-anak Madina, walau dia sendiri belum ngerasain jadi seorang ibu.
Yang bikin awak makin respek, acara santunan ini bukan cuma pencitraan dadakan. Ini murni janji kampanye dia sama Pak Bupati dulu yang betul-betul ditepati. Bu Atika bilang, program kepedulian sosial ini bakal terus jalan, enggak peduli lagi ada efisiensi anggaran di pemerintahan daerah.
Tokoh masyarakat setempat, Pak Khoiruddin Faslah Siregar, pun ikut ngakui itu. Pak Faslah bilang, janji Pilkada buat nyantuni anak yatim ini udah berkali-kali ditunaikan di Madina. Artinya, mereka ini pemimpin yang ingat sama janjinya.
Kalau kita kaji sikit dari sudut pandang agama Islam, apa yang dibikin Bu Atika ini pahalanya bukan main-main. Agama kita jelas mengajarkan, orang yang ngurus dan nyantuni anak yatim itu derajatnya tinggi kali. Nanti di surga, kedekatannya sama Rasulullah itu cuma seumpama jarak jari telunjuk sama jari tengah. Dekat kali!
Selain itu, doa anak yatim ini mustajab. Menyantuni mereka adalah kunci pembuka pintu rezeki, penolak bala, dan pastinya bikin kampung kita ini makin berkah. Selama pemimpinnya rajin perhatikan anak yatim, awak yakin Bumi Gordang Sambilan ini bakal terus dilindungi sama Yang Maha Kuasa.
Ketulusan Bu Atika ini layak kali jadi contoh buat kita semua warga Madina. Enggak perlu nunggu punya anak sendiri buat nunjukkan kasih sayang sama anak-anak, apalagi sama mereka yang udah kehilangan orangtua.
Awak juga sepakat sama harapan Pak Faslah, semoga doa dari masyarakat terus mengalir biar pimpinan daerah kita tetap amanah. Kedepannya, kita berharap Pemkab Madina makin paten lagi perhatikan urusan agama, mulai dari kesejahteraan bilal mayit, nazir masjid, imam masjid, sampai guru ngaji. Biar makin maju dan berkah kampung kita ini. (*)





Discussion about this post