• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

KPPU Temukan Potensi Kartel Bisnis Ayam di Sumatera Utara

by Saparuddin Siregar
Rabu, 12 April 2023
0 0
0
KPPU Temukan Potensi Kartel Bisnis Ayam di Sumatera Utara

Ilustrasi bisnis ayam. (FOTO: ANTARA)

ADVERTISEMENT

Medan, StartNews – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I Medan menemukan potensi kartel di bisnis ayam Sumatera Utara (Sumut). Untuk itu, KPPU tengah menyelidiki potensi kartel bisnis ini.

“Kami sedang menyelidiki soal kartel pakan ternaknya (ayam),” kata Kepala KPPU Kanwil I Medan Ridho Pamungkas seperti diberitakan ANTARA, Rabu (12/4/2023).

Menurut Ridho, salah satu indikasi peluang kartel adalah tingginya harga pakan ayam ternak, bahkan ketika harga jagung turun.

Ketika harga naik, KPPU menyebut ada dugaan kenaikan itu nyaris bersamaan lantaran produsen menyurati para penyuplai dan distributor tentang adanya penambahan harga.

“Itu terjadi serentak. Jangan-jangan itu kesepakatan,” kata Ridho.

Di Sumatera Utara, kata dia, ada dua pemain besar di sektor pakan dan budidaya ayam. Karena hanya dua, maka KPPU menilai peluang untuk mengatur harga lebih besar.

KPPU Kanwil I pun memanggil pihak-pihak yang diyakini terkait untuk meminta keterangan mereka mengenai peluang kartel tersebut.

“Kami sudah mengundang produsen, peternak inti, peternak mitra, dan berikutnya kami menjadwalkan pertemuan dengan pihak bakul atau agen. Kami ingin mengetahui apakah agen ini diatur oleh perusahaan,” kataRidho.

KPPU mengingatkan bahwa praktik kartel kemungkinan besar terjadi saat wilayah dalam keadaan inflasi. Para spekulan memanfaatkan tingginya permintaan, daya beli dan berkurangnya pasokan produksi.

“Nantinya, kalau harga tinggi, kami akan mengecek apakah masalahnya ada di produsen, transportasi atau bermasalah di pedagang besarnya,” ujar Ridho.

Indikasi kartel, dia menambahkan, tampak di perbedaan harga antara produsen dan konsumen. Kalau perbedaan harga itu menjauh rentangnya, maka bisa jadi untung semakin besar dan ada permainan di situ. Sementara kondisi kompetitif terlihat dengan kecilnya disparitas harga di produsen dan konsumen, kata Ridho.

Reporter: Antara

Tags: Bisnis AyamKartelKPPUSumatera Utara
ShareTweet
Next Post
Terkait OTT Bupati Meranti, Begini Penjelasan Ketua KPK

Firli Tak Melempem, KPK Kembali OTT Pejabat di Semarang

Discussion about this post

Recommended

Ratusan Warga Sambut Presiden Jokowi di Alun-alun Aekkanopan

Ratusan Warga Sambut Presiden Jokowi di Alun-alun Aekkanopan

3 tahun ago
116 Bacaleg DPRD Madina Terancam Gagal Ikut Pileg 2024

Terkait Dugaan Sunat Anggaran PPS, KPU Madina Segera Panggil PPK Sinunukan

3 tahun ago

Popular News

  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Orang Banjar Sibaguri Jadi Kasat Resnarkoba Polres Karimun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KH Fikri Haikal Zainuddin MZ Tampil di Acara Tablig Akbar yang Dihelat PT AR

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026