• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Juli 22, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Komisi VIII DPR Beberkan Permasalahan Distribusi Bansos, Begini Jawaban Mensos

by Redaksi
Sabtu, 28 Agustus 2021
0 0
0
Komisi VIII DPR Beberkan Permasalahan Distribusi Bansos, Begini Jawaban Mensos

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzilydi saat mengikuti Kunjungan Kerja spesifik Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini ke Kabupaten Bandung, di Gedung Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Sabilulungan, Soreang, Jumat (27/8/2021). (FOTO: DPR.GO.ID)

ADVERTISEMENT

Bandung, StartNews Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mendesak Kementerian Sosial (Kemensos) segera menyelesaikan semua permasalahan dalam distribusi bantuan sosial (Bansos).

Ace Hasan Syadzily menyampaikan hal itu saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Sosial ke Kabupaten Bandung, di Gedung Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Sabilulungan, Soreang, Jumat (27/8/2021).

Menurut Ace, kunjungan itu juga untuk memastikan agar distribusi bansos berjalan dengan lancar.

Untuk memastikan penyaluran bantuan sosial, karena kita tahu bahwa di era pandemi seperti sekarang ini pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan batuan perlindungan sosial yang sebagian besar itu ada pada Kemensos, katanya.

Pertama PKH, kedua kartu sembako atau BPNT, yang ketiga BST dan beberapa program-program yang lain. Kami ingin memastikan bahwa bantuan tersebut sampai kepada masyarakat dengan skema yang bermacam-macam, imbuhnya.

Ace menyebut beberapa masalah pendistribusian gagal penyaluran dikarenakan alamat penerima tidak jelas, alamat penerima sudah pindah domisili, dan masih ada warga yang dinyatakan menerima padahal yang bersangkutan telah meninggal dunia.

Tadi telah dijelaskan, misalnya, untuk PKH ditemukan masalah. Terutama persoalan pendistribusian dari bantuan sosial tersebut. Masih ada yang tertahan dari kartu PKH tersebut. Masih ada sekitar 2.300-an. Itu cukup besar, ya. Yang kedua, untuk kartu sembako sekitar 5000-an. Dan satu lagi, Bantuan Sosial Tunai (BST) kami juga masih menemukan ternyata ada sekitar 5.000an yang belum terdistribusikan atau yang disebut dengan gagal salur ke masyarakat karena ada beberapa penyebabnya. Misalnya, ada yang salah alamat, yang sudah meninggal sekitar 900-an, yang pindah (alamat) sekian ratus, papar Ace.

Jadi, kata dia, temuan-temuan semacam itu di Kabupaten Bandung harus segera diselesaikan. Sebab, bansos akan terus-menerus diberikan oleh pemerintah.

Kami sebagai pimpinan Komisi VIII DPR RI beserta anggota ingin memastikan jalan keluarnya. Termasuk memastikan agar bansos yang melalui perbankan itu betul-betul terdistribusikan ke masyarakat. Jangan sampai Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) tidak terdistribusikan kepada masyarakat. Kami tadi menyepakati ini akan segera diselesaikan, ujarnya.

Sementara Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menjanjikan agar permasalahan pendistribusian dapat diselesaikan awal pekan depan. Pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Bandung.

Kita berharap Senin dan Selasa (pekan depan) itu kelar pembagian maupun (perbaikan) alamat-alamat yang tidak jelas, kata Risma.

Selain mendorong penyelesaian masalah distribusi bansos, Ace yang merupakan anggota DPR RI Dapil Kabupaten Bandung dan Bandung Barat bersama anggota Komisi VIII DPR RI juga menyerahkan berbagai bantuan sosial seperti Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni kepada 100 penerima, Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial, bantuan kepada anak-anak yatim piatu yang belum bersekolah yang orang tuanya meninggal korban Covid 19, dan bantuan kepada anak-anak yatim piatu yang sudah bersekolah yang orang tuanya meninggal korban Covid 19.

Reporter: Rls

Tags: bantuan sosialKemensosKomisi VIII DPRMensos
ShareTweet
Next Post
4.000 Civitas IAIN Bukittinggi Ikuti Vaksinasi yang Digelar BPJS Ketenagakerjaan

4.000 Civitas IAIN Bukittinggi Ikuti Vaksinasi yang Digelar BPJS Ketenagakerjaan

Discussion about this post

Recommended

Diikuti 34 Tim Sepak Bola, Bupati Tapsel Buka Pargarutan Julu Cup II 2025

Diikuti 34 Tim Sepak Bola, Bupati Tapsel Buka Pargarutan Julu Cup II 2025

12 bulan ago
VIDEO: Detik-detik Mobil Carry Diduga Tangki Siluman Terbakar di SPBU Saba Purba

VIDEO: Detik-detik Mobil Carry Diduga Tangki Siluman Terbakar di SPBU Saba Purba

1 bulan ago

Popular News

  • Wings Air Pangkas Harga Tiket Rute Madina, Lebih Murah dari Sibolga

    Wings Air Pangkas Harga Tiket Rute Madina, Lebih Murah dari Sibolga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4.843 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tapsel Dorong Transformasi Mustahik Jadi Muzakki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026