Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir meminta aparat penegak hukum menindak tegas oknum wartawan yang terlibat pidana pemerasan.
Bengkulu, StartNews – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir meminta aparat penegak hukum (APH) menindak tegas oknum wartawan yang melakukan tindak pidana seperti pemerasan, penipuan, dan pengancaman.
Akhmad Munir menyampaikan hal itu saat melantik pengurus PWI Provinsi Bengkulu di Kota Bengkulu, Minggu (4/10/2026) malam.
“Saya meminta PWI Provinsi Bengkulu bersama APH menertibkan oknum wartawan yang melakukan perbuatan melanggar hukum, seperti terlibat pemerasan, penipuan, dan pengancaman,” kata Akhmad Munir.
Dia menegaskan perbuatan oknum yang mengatasnamakan wartawan untuk melakukan tindakan melanggar hukum berpotensi mencoreng nama baik profesi pers.
Pernyataan tegas ini mencuat di tengah penanganan kasus hukum yang menyeret oknum wartawan di Bengkulu. Pada September 2026, seorang oknum wartawan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bengkulu Tengah dengan barang bukti uang senilai Rp1,5 juta. Insiden ini memicu desakan publik agar penyidik mengusut tuntas perkara hingga ke pihak pemberi uang demi memperjelas duduk perkara.
Selain menyoroti masalah kriminalitas, Akhmad Munir menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme dan kompetensi wartawan di tengah perubahan pesat ekosistem media digital serta kehadiran kecerdasan buatan (AI).
“Wartawan masa kini dituntut mampu menulis, mengirim, dan mendistribusikan karya jurnalistik melalui kanal-kanal digital yang ada di media masing-masing,” ujarnya.
Dia mengatakan insan pers wajib menjaga fungsi jurnalistik dengan menyajikan informasi yang benar, akurat, dan terverifikasi untuk menangkal maraknya informasi bohong atau hoaks di tengah masyarakat.
Dukungan terhadap keberadaan pers turut disampaikan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Dia menilai pers berperan strategis dalam pembangunan daerah, terutama di tengah gempuran media sosial dan teknologi baru.
“Saat ini tantangan dunia jurnalistik bukan hanya AI, melainkan juga media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok,” kata Helmi Hasan.
Gubernur mengaku telah menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bengkulu untuk menggelar pelatihan jurnalistik demi meningkatkan kualitas para insan pers daerah.
Ketua PWI Provinsi Bengkulu Marsal Abadi menyambut baik komitmen tersebut dan berharap kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berjalan secara berkelanjutan untuk memajukan kompetensi wartawan lokal.
Reporter: Sir





Discussion about this post