• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Tangis Seorang Ibu dan Misteri Kematian Putri Kecilnya di Bukitmalintang

by Saparuddin Siregar
Senin, 5 Oktober 2026
0 0
0
Tangis Seorang Ibu dan Misteri Kematian Putri Kecilnya di Bukitmalintang

Ilustrasi.

Kisah pilu NA , seorang ibu di Kecamatan Bukitmalintang yang harus kehilangan putri kecilnya secara tragis setelah sang anak berulang kali mengeluh takut berangkat ke sekolah.

Bukitmalintang, StartNews – Kematian tragis seorang siswi kelas dua sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bukitmalintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menyisakan duka mendalam dan tanda tanya. Sang ibu berinisial NA kini hanya bisa meratapi kepergian putrinya yang ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung di area belakang rumah mereka.

Peristiwa nahas ini justru terungkap dari kepolosan sang adik yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak baru saja pulang dari sekolah. Dia berganti pakaian dan berjalan ke belakang rumah untuk mengambil mainannya. Tak berselang lama, sang adik berlari menghampiri ibunya membawa kabar yang menghancurkan hati NA.

“Mak, kenapa Kak di belakang. Udah bersemut mata sama bibirnya,” ujar NA menirukan ucapan anak bungsunya sambil menahan tangis saat ditemui di kediamannya, Senin (5/10/2029).

NA bergegas berlari menuju belakang rumah. Dunia seakan runtuh saat dia mendapati putri kesayangannya sudah terbujur kaku.

“Posisi anak saya sudah tergantung lidahnya keluar,” tuturnya lirih.

Di tengah suasana rumah yang sepi, NA memeluk erat dan menciumi wajah sang anak. Dia berteriak histeris meminta pertolongan warga. Sejumlah tetangga yang mendengar jeritan pilu tersebut langsung berdatangan ke lokasi. NA menyebut dirinya sempat membolak-balik tangan putrinya dan melihat kulit sang anak sudah berubah warna.

Misteri menyelimuti kepergian bocah perempuan ini. Pada hari Kamis sebelum kejadian memilukan tersebut, korban sempat pulang dari sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Sang anak menunjukkan ketakutan yang luar biasa untuk kembali ke sekolah.

“Takut kakak, nanti dimarahi guru lagi,” katanya mengenang curhatan terakhir putrinya.

Sang ibu berusaha menenangkan dan meminta anaknya agar tetap bersabar. Bocah itu masih sempat bermanja-manja di rumah. Dia meminta ibunya menemani membuat video TikTok bersama sambil berbaring. Setelah video selesai, NA kembali meminta anaknya berangkat ke sekolah.

Sang anak kembali menolak karena takut. Dia lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu. Karena posisi NA tidak lagi menghadap ke pintu, dia tidak melihat ke mana arah langkah kaki putrinya pergi hingga sang adik membawa duka tersebut.

NA mengungkapkan keluhan putrinya bukan hal baru. Dalam satu bulan terakhir, korban sering mengaku takut ditegur oleh seorang gurunya. Sang ibu mengakui bahwa dia memang memiliki persoalan dengan guru tersebut, yang juga berstatus sebagai tetangga mereka.

Selama ini, NA hanya berusaha menenangkan anaknya tanpa pernah melapor ke kepala sekolah.

Sehari sebelum tragedi, korban masih beraktivitas normal. Usai pulang sekolah dan mengikuti kegiatan tahfiz pada hari Rabu, sang anak tiba-tiba meminta ibunya pergi ke Panyabungan untuk mengunjungi kerabat. NA menyebut putrinya tampak senang menghabiskan waktu sore itu.

Kini senyum bahagia itu telah sirna. Keluarga korban telah membawa jenazah ke Puskesmas dan melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian.

NA menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Dia berharap penyelidikan berjalan tuntas agar seluruh fakta kebenaran di balik kematian putri kecilnya dapat segera terungkap.

Sementara saat hendak dikonfirmasi terkait keterangan ibu korban mengenai keluhan anaknya selama berada di sekolah, pihak sekolah yang hendak ditemui tidak berada di tempat dan sedang berada di luar. Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan dari pihak sekolah terkait hal tersebut.

Sementara guru yang disebutkan ibu korban tidak ditemukan lagi di sekolah. Para guru di sekolah itu juga enggan memberikan nomor handphone guru yang bersangkutan.

Reporter: Fadli Mustafid

Tags: Berita DukaBerita MadinaBukit MalintangKekerasan AnakKematian Siswi SDmandailing natalmisteri kematianNur Ainun
ShareTweet
Next Post
Di Sela Diklat Gerindra, Wabup Madina Lobi Kepala BGN Percepat SPPG

Di Sela Diklat Gerindra, Wabup Madina Lobi Kepala BGN Percepat SPPG

Discussion about this post

Recommended

Hari Ini 130 Guru PPPK di Padangsidimpuan Terima SK

Hari Ini 130 Guru PPPK di Padangsidimpuan Terima SK

3 tahun ago
Andi Widjajanto, Orang Penting Istana Sejak Transisi SBY-Jokowi

Andi Widjajanto, Orang Penting Istana Sejak Transisi SBY-Jokowi

5 tahun ago

Popular News

  • Kembali ke Sumut, Brigjen Pol. Sonny Irawan Jabat Kapolda Gantikan Whisnu Hermawan

    Kembali ke Sumut, Brigjen Pol. Sonny Irawan Jabat Kapolda Gantikan Whisnu Hermawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri Mutasi 78 Jenderal dan Sepuluh Kombes, Ini Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbukti Melanggar, Pertamina Ambil Alih Operasional SPBU Saba Purba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026