Kepala SLB Madina akan berkoordinasi dengan SPPG untuk menyesuaikan menu Makan Bergizi Gratis bagi siswa difabel guna mencegah gejala hiperaktif.
Panyabungan, StartNews – Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ahmad Undri meminta Satuan Pelaksanaan Program Gizi (SPPG) menyesuaikan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa penyandang difabel.
Di SLB Madina, kata dia, ada puluhan siswa, khususnya anak dengan autisme, yang memiliki kebutuhan diet khusus untuk menghindari gangguan perilaku saat proses belajar.
Ahmad Undri menjelaskan, saat ini ada sekitar 20 siswa yang rentan mengalami tantrum atau menjadi hiperaktif jika mengonsumsi jenis makanan tertentu. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu kondusivitas lingkungan sekolah dan kenyamanan siswa dalam menyerap pelajaran.
Sebagai langkah preventif, pihak sekolah selama ini membatasi konsumsi makanan kemasan yang mengandung gula tinggi serta produk berbahan dasar gandum.
“Mengantisipasi hal yang tak diinginkan, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan SPPG yang menyuplai MBG ke SLB ini agar menyesuaikan menu atau memprioritaskan makanan bagi siswa difabel,” ujar Ahmad Undri kepada StartNews usai menerima kunjungan inspeksi mendadak dari Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utami Nasution, Selasa (31/3/2026).
Menurut Undri, pembatasan ketat diberlakukan pada menu yang mengandung susu, cokelat, gula, terigu, serta mi berbahan gandum. Zat-zat tersebut dapat memicu reaksi berlebih pada anak dengan spektrum autisme.
Pihak sekolah berharap SPPG dapat menyediakan alternatif menu yang lebih ramah bagi kebutuhan spesifik para siswa SLB tanpa mengurangi nilai gizi yang ditetapkan pemerintah.
Sejauh ini, pelaksanaan program MBG di SLB Madina yang telah berjalan sejak akhir Desember 2025 terpantau lancar tanpa kendala medis yang berarti.
Ahmad Undri menegaskan kualitas makanan yang diterima siswa selama ini dalam kondisi baik dan layak konsumsi.
“Alhamdulillah belum ada kendala yang ditemukan, baik keracunan maupun makanan yang basi,” katanya.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post