Tim medis RS Bhayangkara Palembang mewajibkan tes DNA bagi keluarga kandung korban kecelakaan maut bus ALS, karena kondisi 14 jenazah tidak dapat dikenali secara fisik.
Medan, StartNews – Aparat kepolisian meminta keluarga kandung dari 14 korban tewas kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) agar segera datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna menjalani tes DNA. Prosedur medis ini menjadi jalan tunggal dalam proses identifikasi mengingat kondisi seluruh jenazah, baik penumpang maupun kru, dalam keadaan rusak dan sulit dikenali secara kasat mata.
Humas PT ALS Alwi Matondang menyampaikan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda Sumatera Selatan, kehadiran kerabat dengan hubungan darah langsung sangat penting. Identitas para korban saat ini belum bisa dipastikan secara medis sebelum ada pencocokan genetika yang valid dari tim kedokteran forensik.
“Setelah kami berkoordinasi dengan Polda Sumsel, mereka meminta agar keluarga kandung korban segera dikirim untuk menjalani tes DNA karena kondisi korban sulit dikenali,” kata Alwi Matondang, Kamis (7/5/2026).
Alwi mengungkapkan, sebenarnya sejumlah pihak keluarga sudah mulai berdatangan ke rumah sakit untuk memberikan bantuan pengenalan identitas. Namun, proses tersebut menemui kendala karena beberapa orang yang datang bukan keluarga inti atau saudara kandung, sehingga sampel DNA mereka tidak dapat digunakan secara maksimal dalam proses identifikasi.
“Sudah ada keluarga yang datang. Namun, tadi sudah kami sampaikan bahwa yang dibutuhkan adalah keluarga kandung agar bisa diberangkatkan ke Palembang. Memang ada informasi keluarga yang berangkat, tetapi bukan saudara kandung. Karena itu, kami sampaikan lagi kepada keluarganya supaya mengirim keluarga kandung korban,” tegasnya.
Data sementara tercatat 14 orang yang kehilangan nyawa dalam tragedi tersebut, yang terdiri dari 11 orang penumpang dan 3 orang kru Bus ALS. Dari pihak kru, dilaporkan dua orang sopir meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara seorang kernet bus selamat dari kecelakaan maut tersebut.
“Informasi sementara yang kami terima, penumpang yang meninggal dunia ada 11 orang dan tiga orang kru bus. Dari kru bus sendiri, dua sopir meninggal dunia, sementara kenek selamat,” ujar Alwi.
Reporter: Sir





Discussion about this post