Medan, StartNews Penyakit hepatitis akut misterius diduga mulai berjangkit di Sumatera Utara (Sumut). Itu sebabnya, sejumlah rumah sakit di Kota Medan siap menangani pasien jika terpapar penyakit hepatitis akut misterius.
Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, misalnya, sudah menyiapkan ruangan khusus untuk merawat pasien hepatititis, tetapi tidak seperti ruanganisolasi untuk merawat pasien corona.
“Bahkan RSU Haji Medan juga sudah mempersiapkan tim yang terdiri dari dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam, sebagai antisipasi terkait hepatitis ini,” kata Kepala Bagian Umum RSU Haji Medan Anda Siregar seperti diberitakan rri.go.id pada Sabtu (7/5/2022) dan dikutip pada Selasa (10/5/2022).
Direktur RSUD Dr. Pirngadi Medan Syamsul Arifin Nasution mengaku telah menyiapkan ruangan khusus untuk penyakit hepatitis akut misterius jika terjadi kejadian luar biasa (KLB) di Medan.”Jika ada KLB, kita siap melayani,” ujarnya.
Dia menuturkan, pihaknya akan menyiapkan tim medis dari dokter spesialis penyakit dalam, spesialis anak, anastesi/intensifis, spesialis patologi klinik, dan yang terkait jika dibutuhkan.”Kita juga akan menyiapkan beberapa ruang rawat corona jika KLB,” imbuhnya.
BACA JUGA:
- Suspek Hepatitis Akut, Satu Anak di Sumut Meninggal Dunia
- Kepala Dinkes Sumut Minta Warga Waspadai Hepatitis Akut Misterius
Dia mengatakan di Medan belum ada ditemukan penyakit hepatitis akut misterius pada anak.”Jika ada ditemukan dengan gejala tersebut diharapkan segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan Medan,” imbaunya.
Dia juga menambahkan, RS Pirngadi akan berkolaborasi dengan RS lain jika menemukan kasus tersebut. “Kita siap merawat jika ada dijumpai kasus ini dan berkolaborasi dengan rumah sakit pemerintah, yaitu RSUP H. Adam Malik, RS Haji, RS USU, dan beberapa RS swasta di Medan,” ungkapnya.
Sementara Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUP H. Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, meski sampai saat ini belum ada pasien hepatitis akut yang dirawat, pihaknya secara umum sudah siap merawat.
“Kalau secara umum kita siap. Dari segi fasilitas untuk diagnosa sampai terapi. Begitupun dari sisi SDM, tenaga dokter spesialis yg menangani. Sesuai dengan instruksi dari Kementerian Kesehatan RI, sebagai rumah sakit rujukan,” jelasnya.
Menurut dia, penanganan hepatitis akut misterius ini sama seperti penanganan pasien hepatitis. Kalau memang nanti hasil pemeriksaanhepatitis semua negatif, berarti masuk kategori hepatitis yang tidak diketahui penyebabnya.
Reporter: Rri/Sir





Discussion about this post