Camat Tambangan Bahren Daulay mengungkap ditemukannya gejala klinis aneh seperti luka insang dan gelembung renang pecah pada ratusan ikan mati di Lubuk Larangan Anak Yatim.
Tambangan, StartNews – Misteri kematian mendadak ratusan ekor ikan di kawasan wisata Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyingkap sejumlah temuan fisik yang tidak biasa.
Meski kondisi sungai Aek Tambangan tampak tetap jernih tanpa perubahan warna mencolok, sebagian besar bangkai ikan justru menunjukkan gejala klinis aneh pada tubuh bagian luar maupun organ dalam.
Camat Tambangan Bahren Daulay mengatakan penemuan bangkai ikan seberat dua hingga enam kilogram tersebut bermula sejak Rabu pukul 10.00 WIB dan jumlahnya terus bertambah secara bertahap hingga mencapai sekitar 150 ekor.
Saat meninjau lokasi, tim di lapangan menemukan adanya perdarahan di celah sisik, luka pada insang, serta tekstur tubuh ikan yang mengeras tanpa lendir.
“Pada bagian dalam tubuh ikan, terutama bagian yang terlihat seperti gelembung renang, ditemukan kondisi seperti pecah atau robek,” ujar Bahren Daulay, Jumat (18/9/2026).
Gejala kerusakan organ dalam ini memicu kekhawatiran mengingat area tersebut merupakan destinasi wisata sekaligus cagar adat bagi warga lokal. Kendati telah mengumpulkan data fisik lapangan, pihak kecamatan menegaskan tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan terkait penyebab pasti kematian massal tersebut tanpa dasar ilmiah yang valid.
“Termasuk apabila diperlukan pemeriksaan kualitas air dan pemeriksaan terhadap ikan yang mati, guna mengetahui penyebabnya secara lebih objektif,” kata Bahren.
Pemerintah kecamatan mendorong pengujian laboratorium secara komprehensif oleh instansi teknis terkait guna mengidentifikasi apakah fenomena ini disebabkan oleh pencemaran bahan kimia, penyakit spesifik, atau faktor lingkungan lainnya.
Reporter: Sir




Discussion about this post