• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Indikasi Kerusakan Organ Ditemukan pada Ratusan Ikan Mati di Lubuk Larangan Tambangan

by Saparuddin Siregar
Jumat, 18 September 2026
0 0
0
Indikasi Kerusakan Organ Ditemukan pada Ratusan Ikan Mati di Lubuk Larangan Tambangan
ADVERTISEMENT

Camat Tambangan Bahren Daulay mengungkap ditemukannya gejala klinis aneh seperti luka insang dan gelembung renang pecah pada ratusan ikan mati di Lubuk Larangan Anak Yatim.

Tambangan, StartNews – Misteri kematian mendadak ratusan ekor ikan di kawasan wisata Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyingkap sejumlah temuan fisik yang tidak biasa.

Meski kondisi sungai Aek Tambangan tampak tetap jernih tanpa perubahan warna mencolok, sebagian besar bangkai ikan justru menunjukkan gejala klinis aneh pada tubuh bagian luar maupun organ dalam.

Camat Tambangan Bahren Daulay mengatakan penemuan bangkai ikan seberat dua hingga enam kilogram tersebut bermula sejak Rabu pukul 10.00 WIB dan jumlahnya terus bertambah secara bertahap hingga mencapai sekitar 150 ekor.

Saat meninjau lokasi, tim di lapangan menemukan adanya perdarahan di celah sisik, luka pada insang, serta tekstur tubuh ikan yang mengeras tanpa lendir.

“Pada bagian dalam tubuh ikan, terutama bagian yang terlihat seperti gelembung renang, ditemukan kondisi seperti pecah atau robek,” ujar Bahren Daulay, Jumat (18/9/2026).

Gejala kerusakan organ dalam ini memicu kekhawatiran mengingat area tersebut merupakan destinasi wisata sekaligus cagar adat bagi warga lokal. Kendati telah mengumpulkan data fisik lapangan, pihak kecamatan menegaskan tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan terkait penyebab pasti kematian massal tersebut tanpa dasar ilmiah yang valid.

“Termasuk apabila diperlukan pemeriksaan kualitas air dan pemeriksaan terhadap ikan yang mati, guna mengetahui penyebabnya secara lebih objektif,” kata Bahren.

Pemerintah kecamatan mendorong pengujian laboratorium secara komprehensif oleh instansi teknis terkait guna mengidentifikasi apakah fenomena ini disebabkan oleh pencemaran bahan kimia, penyakit spesifik, atau faktor lingkungan lainnya.

Reporter: Sir

 

Tags: Aek TambanganBahren DaulayKecamatan TambanganKematian IkanLubuk Larangan Anak Yatimmandailing natalpencemaran air
ShareTweet
Next Post
Tim SAR Gabungan Sisir Aliran Sungai Aek Koronok Cari Korban Banjir Pasaman

Tim SAR Gabungan Sisir Aliran Sungai Aek Koronok Cari Korban Banjir Pasaman

Discussion about this post

Recommended

Kopi Pahit di Balik Manisnya Sirondang Bulan

Kopi Pahit di Balik Manisnya Sirondang Bulan

4 bulan ago
Disiplin Pegawai Rendah, Atika Tak Mau Dicap Pemimpin yang Suka Terapkan Sanksi

Disiplin Pegawai Rendah, Atika Tak Mau Dicap Pemimpin yang Suka Terapkan Sanksi

5 tahun ago

Popular News

  • Kembali ke Sumut, Brigjen Pol. Sonny Irawan Jabat Kapolda Gantikan Whisnu Hermawan

    Kembali ke Sumut, Brigjen Pol. Sonny Irawan Jabat Kapolda Gantikan Whisnu Hermawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri Mutasi 78 Jenderal dan Sepuluh Kombes, Ini Daftar Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbukti Melanggar, Pertamina Ambil Alih Operasional SPBU Saba Purba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026