• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Gajah Berkelahi, Pelanduk Mati

by Redaksi
Senin, 17 November 2025
0 0
0
Gajah Berkelahi, Pelanduk Mati

Saparuddin Siregar. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

“GAJAH sama gajah berkelahi, pelanduk mati di tengah-tengah.” Peribahasa ini sungguh menjadi cerminan pahit bagi 23 guru yang mengabdi di SMKS Mitra Mandiri Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Mereka adalah “pelanduk” yang terhimpit dalam perseteruan tak berujung antara para pewaris Yayasan Pendidikan Haji Muslim Panyabungan (YPHMP), yang menaungi sekolah tersebut.

Akibat konflik internal keluarga yang memperebutkan kendali, nasib puluhan tenaga pendidik ini kini terkatung-katung, dengan hak dasar mereka—gaji—terbengkalai selama lima bulan terakhir karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat dicairkan.

Inilah wajah buram dunia pendidikan kita. Urusan perut pendidik yang mulia harus terabaikan hanya karena sengketa kepemilikan dan kekuasaan keluarga. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya menjadi sumber utama gaji para guru tersebut, kini tertahan di Bank Sumut. Terblokir oleh kebuntuan administrasi yang lahir dari perselisihan antara-saudara kandung.

Sejak Juli 2025, para guru tersebut dipaksa bertahan dalam situasi yang secara psikis dan finansial menghancurkan. Rasa khawatir atas masa depan keluarga, tekanan ekonomi yang berat, dan keharusan mencari sumber pendapatan alternatif telah merenggut fokus mereka dalam mengajar. Seorang guru, yang seharusnya menjadi pilar pendidikan, kini merasa dizalimi. Menjadi tumbal yang dikorbankan dalam perseteruan yang bukan urusan mereka.

Dampak psikologisnya tak bisa dianggap remeh. Stres berkepanjangan akibat ketidakpastian ini menyebar dari ruang guru ke rumah-rumah. Mengancam kesehatan mental mereka dan keluarga. Bagaimana mungkin kita berharap seorang guru dapat memberikan yang terbaik di kelas. Sementara pikirannya dipenuhi kekhawatiran tentang dapur yang harus tetap mengepul?

Kepada para pewaris yayasan—yang ironisnya masih terikat tali persaudaraan—waktunya telah tiba untuk menanggalkan ego dan melihat gambaran yang lebih besar. Sengketa antara kakak-beradik kandung mungkin memiliki akar perselisihan yang mendalam. Tetapi, konflik pribadi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengorbankan aset paling berharga sekolah: para guru dan ratusan siswa.

Yayasan Pendidikan Haji Muslim Panyabungan (YPHMP) merupakan entitas pendidikan, bukan gelanggang pertarungan keluarga. Sebagai pengelola institusi pendidikan, tanggung jawab moral untuk menjamin keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar dan kesejahteraan tenaga pengajar adalah mutlak hukumnya.

Penyelesaian konflik ini harus segera diupayakan dengan kepala dingin dan hati nurani. Solusi terbaik harus ditemukan segera agar dana BOS dapat dicairkan. Institusi pendidikan ini, SMKS Mitra Mandiri Panyabungan, harus diselamatkan. Bukan hanya demi para guru, tetapi demi masa depan ratusan siswa yang bergantung pada sekolah ini untuk meraih cita-cita mereka.

Biarkan para gajah berdamai atau mencari jalur hukum yang terpisah. Tetapi, jangan pernah korbankan pelanduk yang tak bersalah. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Siswa adalah penerus bangsa yang tak boleh terhenti pendidikannya. Keberlanjutan pendidikan menjadi prioritas yang tak bisa ditawar lagi.

Para pihak yang bersengketa harus menyadari, nasib 23 keluarga dan ratusan masa depan siswa kini ada di tangan mereka. Harapan penyelesaian konflik ini bukan lagi sekadar keinginan, melainkan tuntutan mendesak demi kemanusiaan dan martabat profesi guru. Hentikan drama ini! Biarkan pendidikan kembali berjalan. (*)

Penulis: Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

Tags: BerkelahiGajahMatiPelandukSikap Redaksi
ShareTweet
Next Post
PMII Dukung Mabes Polri Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Madina

PMII Dukung Mabes Polri Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Madina

Discussion about this post

Recommended

Ketua Komisi II DPR Sebut Pemilu Serentak Tetap Dilaksanakan Tahun 2024

Ketua Komisi II DPR Sebut Pemilu Serentak Tetap Dilaksanakan Tahun 2024

5 tahun ago
3 Bacalon Bupati Madina Ikuti Fit and Proper Test di DPP PKB

3 Bacalon Bupati Madina Ikuti Fit and Proper Test di DPP PKB

6 tahun ago

Popular News

  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Praktisi Hukum Desak Kejaksaan Usut Aktor Utama Dugaan Korupsi Smart Village

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tapsel Dorong Transformasi Mustahik Jadi Muzakki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantah Berita Setoran Pengamanan, Kejari Madina Lapor ke Dewan Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026