• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Ekspor Perdana, Petai dan Jengkol Asal Sumatera Utara Tembus Pasar Jepang

by Redaksi
Minggu, 29 Agustus 2021
0 0
0
Ekspor Perdana, Petai dan Jengkol Asal Sumatera Utara Tembus Pasar Jepang

FOTO: BARANTAN

ADVERTISEMENT

Berastagi, StartNews Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Belawan untuk kali pertama melepas ekspor 4 ton jengkol dan petai asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menuju Jepang.

Komoditas asal subsektor hortikultura itu telah melalui proses serangkaian tindakan karantina dan telah dipastikan memenuhi persyaratan teknis negara tujuan oleh pejabat karantina dan diberangkatkan melalui Pelabuhan Belawan, Sumut.

“Tidak hanya digemari di pasar dalam negeri, jengkol dan petai asal Sumut siap memasuki pasar Jepang untuk memenuhi permintaan, “kata Kepala Karantina Pertanian Belawan Andi Yusmanto di Berastagi, Sabtu (28/8/2021).

Menurut Andi, sejalan dengan program strategis Kementerian Pertanian yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berupa peningkatan ekspor pertanian dengan gerakan tiga kali lipat ekspor pertanian (Gratieks), pihaknya terus menggali komoditas potensial dan melakukan pendampingan teknis agar dapat tembus persyaratan dan protokol ekspor negara tujuan.

Menurut dia, komoditas yang diekspor perdana kali ini bernilai Rp 339 juta dan telah menembus persyaratan negara Jepang yang cukup ketat. “Alhamdulilah, secara kinerja ekspor pertanian asal Sumut, dari data sertifikasi kami pada Semester 1-2021, mengalami peningkatan nilai ekspor sebesar 43,3% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya,” papar Andi.

Tidak hanya itu, jumlah eksportir dan jumlah negara tujuan mengalami peningkatan. Hal ini tentunya menambah semangat pelaku agribisnis, khusunya para petani, peternak dan pekebun di Sumut.

Berdasarka IQFAST, data lalu lintas ekspor di Karantina Pertanian Belawan, pada saat yang bersamaan juga dilepas 22 ragam komoditas pertanian asal Sumut lainnya, yakni pinang biji, kopi biji, palm kernel oil, minyak sawit, santan kelapa, sayuran sawi, nipah, cabai jamu, manisan kelapa, damar batu, palm kernel sterain, hydrogenate palm kernel olein, kelapa parut, andaliman, kayu karet, durian, kulit buah manggis, sayuran kubis, bunga krisan, tepung tapioka, bungkil jagung, dan kayu olahan.

Sementara seluruh komoditas ekspor yang diberangkatkan dari Pelabuhan Belawan akan menuju 18 negara tujuan ekspor: Tiongkok, Iran, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam, Senegal, Malaysia, Taiwan, Uni Emirat Arab, Brazil, India, Chili, Korea Selatan, Jerman, Jepang, dan Filipina.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Bambang mengapresiasi munculnya ragam komoditas ekspor berupa jengkol dan petai asal Sumatera Utara.

Dia berharap petani dan pelaku usaha di Berastagi, Kabupaten Karo, dapat meningkatkan produktivitas dan bersinergi dengan pihaknya untuk dapat menembus negara tujuan lain.

Dengan memberikan kemudahan bagi eksportir dalam perijinan supaya proses ekspornya cepat, dapat mendorong tumbuhnya komoditas eksportir dan negara tujuan baru. Tentunya dengan tetap menjaga kemanan dan kualitas komoditas yang diekspor sesuai dengan persyaratan negara tujuan, papar Bambang melalui telewicara, yang ditandai dengan penyerahan sertifikat ekspor karantina atau Phytosanitari Certificate (PC) kepada PT Surya Elok Sejahtera oleh Kepala Karantina Pertanian Belawan Andi Yusmanto

Penyerahan tersebut didampingi kepala Kantor Bea Cukai Pelabuhan Belawan dan kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo.

Selaku otoritas karantina, Bambang menambahkan, melalui tindakan karantina memastikan seluruh produk pertanian yang akan diekspor telah memenuhi persyaratan internasional tentang sanitari dan fitosanitari, sehingga memiliki daya saing di pasar global.

“Ekspor perdana petai dan jengkol ini juga dapat menjadi bukti bahwa sinergisitas para pelaku pembangunan pertanian di Sumut terjalin dengan baik,” pungkas Bambang

Reporter: Rls/Sir

Tags: Ekspor PerdanaJengkol dan PetaiKarantina Pertanian BelawanKementanKomoditas PertanianSumut
ShareTweet
Next Post
Mahasiswa KKN Unimed Bikin Pupuk Organik Cair dari Kulit Pisang

Mahasiswa KKN Unimed Bikin Pupuk Organik Cair dari Kulit Pisang

Discussion about this post

Recommended

Institusionalisasi dan Urgensi Sidang Isbat

Institusionalisasi dan Urgensi Sidang Isbat

1 tahun ago
OTK Rusak Gedung SMP Negeri 2 Muara Sipongi, Kadis Pendidikan Minta Kepolisian Tangkap Pelaku

OTK Rusak Gedung SMP Negeri 2 Muara Sipongi, Kadis Pendidikan Minta Kepolisian Tangkap Pelaku

6 tahun ago

Popular News

  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Praktisi Hukum Desak Kejaksaan Usut Aktor Utama Dugaan Korupsi Smart Village

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tapsel Dorong Transformasi Mustahik Jadi Muzakki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantah Berita Setoran Pengamanan, Kejari Madina Lapor ke Dewan Pers

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026