Bupati Madina Saipullah Nasution dorong revitalisasi pisang kepok sebagai jawaban atas fluktuasi harga sawit dalam diskusi panel di UMA Medan.
Medan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menyiapkan loncatan ekonomi baru di luar sektor kelapa sawit dengan merevitalisasi budidaya pisang kepok berbasis pertanian presisi. Hal ini dipaparkan Bupati Madina H. Saipullah Nasution saat menjadi pembicara utama dalam diskusi panel di Universitas Medan Area (UMA), Medan, Sabtu (25/7/2026).
Di hadapan para akademisi dari jenjang sarjana hingga doktor, Saipullah mengatakan ketergantungan Madina pada satu komoditas tunggal seperti kelapa sawit berisiko bagi stabilitas ekonomi warga, terutama saat harga pasar global bergejolak.
Itu sebabnya, kata dia, pengembalian kejayaan pisang kepok di Bumi Gordang Sambilan dijadikan pilar dalam peta jalan agribisnis daerah.
Menurut Saipullah, Madina memiliki modal alam dan modal sosial yang memadai untuk memicu kebangkitan komoditas lokal tersebut, mulai dari iklim tropis yang mendukung hingga ketersediaan lahan yang memadai untuk pola tumpang sari.
“Lahan yang tersedia melimpah serta cocok untuk sistem tumpang sari demi hasil yang berkelanjutan,” kata Saipullah.
Dia mengatakan program revitalisasi ini bukan sekadar menanam ulang, melainkan membangun rantai pasok terintegrasi dari hulu ke hilir. Upaya itu diyakini mampu membuka diversifikasi produk olahan, menggaet investasi baru, serta mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah dan pendapatan petani desa secara langsung.
Forum diskusi bertajuk ‘Pengembangan Wilayah Berbasis Komoditas Unggulan: Integrasi Perkebunan Presisi dan Manajemen Rantai Pasok Pisang Kepok’ ini merupakan wujud implementasi kerja sama antara Pemkab Madina dan Universitas Medan Area.
Diskusi itu juga menghadirkan pakar ekonomi pertanian Prof. Satia Negara Lubis, pakar agroteknologi Prof. Suswati, serta praktisi ekspor hortikultura Miltra Sembiring untuk merumuskan integrasi riset kampus dengan kebijakan lapangan Pemkab Madina.
Reporter: Sir





Discussion about this post