• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, September 28, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Ditelantarkan Suami Demi Perempuan Lain, Hotdiana Mengadu ke Polres Madina

by Saparuddin Siregar
Senin, 28 September 2026
0 0
0
Ditelantarkan Suami Demi Perempuan Lain, Hotdiana Mengadu ke Polres Madina
ADVERTISEMENT

Kisah pilu Hotdiana Tampubolon, istri sah yang mencari keadilan ke Polres Madina setelah ditelantarkan dan suaminya diduga hidup bersama wanita lain.

Panyabungan, StartNews – Kesetiaan terkadang harus dibayar dengan luka yang mendalam. Realitas pahit inilah yang kini tengah dihadapi oleh Hotdiana Tampubolon, seorang ibu asal Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Di tengah status pernikahan yang secara hukum belum berujung pada perceraian, dia terpaksa menempuh langkah hukum demi menuntut hak dan keadilan bagi dirinya serta buah hatinya yang merasa terabaikan.

Senin (28/9/2026), langkah gontai namun sarat ketegaran terlihat saat Hotdiana keluar dari ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Madina.

‎Hotdiana melaporkan suaminya yang berinisial R atas dugaan perzinaan, kawin halangan, serta hidup bersama di luar ikatan perkawinan yang sah.

Luka batin Hotdiana bermula dari dugaan penelantaran yang diakuinya sudah berlangsung selama kurang lebih dua setengah tahun. R diduga telah tinggal bersama perempuan lain berinisial FS, membiarkan Hotdiana dan anak-anaknya hidup tanpa kepastian nafkah lahir maupun batin.

Kepedihan itu mencapai puncaknya ketika dia justru menerima surat gugatan cerai dari sang suami di Pengadilan Agama Madina, sebuah panggilan persidangan yang dengan tegar dia hadiri pada hari yang sama sebelum mendatangi kantor polisi.

“Sebagai perempuan Batak, saya tidak terima diperlakukan seperti ini. Saya masih istri sahnya. Saya berharap dia bertanggung jawab kepada saya dan anak-anak,” ungkap Hotdiana dengan nada getir kepada wartawan.

‎Langkah hukum ini tentu tidak diambil tanpa dasar. Kuasa hukum Hotdiana, Muhammad Sulaiman Harahap, menyatakan kedatangan mereka ke SPKT untuk memastikan hukum berpihak pada kebenaran dan melindungi institusi keluarga.

Dia menyebutkan pihaknya telah mengantongi sejumlah alat bukti permulaan berupa foto kebersamaan R dengan FS serta kesaksian dari beberapa orang.

Bahkan, beredar informasi dari masyarakat yang menyebutkan perempuan tersebut diduga tengah mengandung, sebuah informasi yang kini diserahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk dibuktikan kebenarannya di mata hukum.

‎“Kami hari ini mendampingi klien untuk melaporkan suaminya terkait dugaan perzinaan, kawin halangan, dan kumpul kebo. Klien kami masih memiliki ikatan perkawinan yang sah. Karena itu, kami meminta persoalan ini diperiksa secara objektif. Jangan sampai persoalan rumah tangga ini dibiarkan menggantung tanpa kejelasan tanggung jawab,” tegas Sulaiman.

‎Di sisi lain, kegetiran tidak hanya dirasakan oleh Hotdiana, tetapi juga berdampak langsung pada psikologis dan masa depan anak-anak mereka.

‎Kuasa hukum lainnya, Andri Irama Daulay, menyoroti nasib anak pertama kliennya yang kini terpaksa terpisah dari keutuhan keluarga. Menelantarkan darah daging sendiri di tengah konflik orangtua dinilai sebagai sebuah tindakan yang mencederai rasa kemanusiaan.

“Yang kami pertanyakan, mengapa seorang istri yang masih terikat perkawinan harus menghadapi gugatan perceraian. Sementara pada saat yang sama muncul dugaan suaminya menjalin hubungan dengan perempuan lain dan tinggal bersama? Ini bukan lagi semata persoalan suami dan istri. Ada anak-anak yang haknya harus diperhatikan. Jangan sampai mereka menjadi pihak yang paling dirugikan akibat persoalan orang tuanya,” ujar Andri.

‎Kini, harapan Hotdiana sepenuhnya bersandar pada profesionalitas aparat penegak hukum di Polres Madina. Di balik ruang SPKT tersebut, tertitip sebuah jeritan hati dari seorang ibu yang tidak meminta lebih dari sekadar kejelasan tanggung jawab dan keadilan yang seadil-adilnya.

Reporter: Agus Hasibuan

Tags: Agus HasibuanBerita MadinaDugaan PerzinaanHotdiana Tampubolonpanyabunganpolres madinaSPKT Polres Madinastartnews
ShareTweet

Discussion about this post

Recommended

Ada Games Seru dan Mendidik di Stand TNBG Raja Batu

Ada Games Seru dan Mendidik di Stand TNBG Raja Batu

7 tahun ago

Pekerja di Madina Gelar Diskusi RUU Omnibus Law

7 tahun ago

Popular News

  • Berpapasan Jarak 20 Meter dengan Harimau, TNBG Amankan Warga dan Satwa

    Berpapasan Jarak 20 Meter dengan Harimau, TNBG Amankan Warga dan Satwa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polri Pangkas Birokrasi SKCK, Bebas Pungli, dan Cetak Mandiri Mulai 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tapsel Lantik 38 Kepala Sekolah, Ini Daftarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026