• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Maret 13, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Dimana Ruh Kemerdekaan Itu?

OLEH: ASKOLANI NASUTION (Penulis dan Budayawan)

by Redaksi
Kamis, 18 Agustus 2022
0 0
0
Dimana Ruh Kemerdekaan Itu?

Ilustrasi. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT
ASKOLANI (Penulis dan Budayawan)

JEMBATAN Muara Mais dibom orang-orang pergerakan tahun 1939. Djambatan Merah juga menjadi saksi pertempuran sengit melawan Belanda masa Perang Kemerdekaan. Untuk Indonesia merdeka, orang dengan mudah mengorbankan nyawa mereka.

Nama mereka tidak dicatat. Digubris juga tidak. Konon lagi diingat atau dijadikan literasi untuk semangat membangkitkan kecintaan bertanah air. Seolah-olah selesai ketika kita renungan suci di makam seorang pahlawan yang juga tidak ada satu catatan pun tentang kepahlawanannya.

Merdeka! Kita punya mobil bagus keluaran terbaru. AC dan musiknya jreng…. Kita melahap berbagai menu makanan mahal sambil nyanyi-nyanyi, berjoged layaknya orang menang. Tentu saja menang, namanya juga merdeka. Karnaval, panjat pinang, tarik tambang, dan berbagai hiburan rakyat miskin. Semua mengingatkan bahwa gawean begitu memang ditanggap buat tujuh-belasan. Tentu saja beberapa bertanya di mana ruh kemerdekaannya!

Di depan gubuk peot pun ada bendera. Melihat itu saya yakin, kalau para pejuang masih hidup, mereka akan menangis. Merdeka tidak seperti ini, kata mereka pastinya.

Apa yang membuat orang begitu mudah dulu menumpahkan darahnya untuk merdeka? Hanya satu: rasa senasib sepenanggungan. Apa yang membuat generasi kita kehilangan kejuangan? Karena setelah merdeka, Anda membuat kita tidak senasib dan berbeda penanggungan.

Di rumah lo bendera berkibar di depan gedung megah. Di rumah gue bendera berkibar di depan gubuk gue yang penyot. Lo bisa rayain kemerdekaan sambil jamuan makan, gue rayain merdeka sambil menikmati suara keroncongan perut gue yang lapar. Kita tidak senasib dan tidak sepenanggungan.

Lo bisa membuat bendera dari plastik yang panjangnya ratusan meter dan membalut pagar rumah lo. Gue cuma punya bendera lusuh puluhan tahun. Tapi tiap gue lihat, gue nangis, karena ia menyimpan kepedihan bangsa yang belum merdeka.

Lo buat lampu kerlap kelip di pagar rumah lo, gue cuma lampu teplok. Tapi karena itu gue tetap ingat bahwa kita tak benar-benar merdeka.

Eh, sampai hati juga mobil bagus lo lewat depan gubuk gue yang peot sambil teriak Merdeka!

Merdeka? Apa lo tak malu? Itu rumah tua, rumah orang yang dulu angkat bedil buat merdeka dan sekarang kusam, pernah tidak lo sambangi? Pernah tidak lo undang anak-anaknya sekadar makan nasi bungkus seharga 10 rebu? Sekarang lo teriak-teriak Merdeka!

Di lengan ayahnya ada sobekan luka peluru karena tersambar mortir Belanda. Karena itu kau merdeka! (***)

Tags: AskolaniOpiniRuh Kemerdekaan
ShareTweet
Next Post
Meski Berkabung, Pembawa Baki Bendera Paskibraka Agam Ini Tuntaskan Tugas Negara

Meski Berkabung, Pembawa Baki Bendera Paskibraka Agam Ini Tuntaskan Tugas Negara

Discussion about this post

Recommended

PPKM Level 4, Ketua PAN Madina Ajak Warga Desa Purbalama Patuhi Prokes

PPKM Level 4, Ketua PAN Madina Ajak Warga Desa Purbalama Patuhi Prokes

5 tahun ago
Atika Berharap Eliminasi TB dan Penurunan Stunting Tercapai dengan Kolaborasi

Atika Berharap Eliminasi TB dan Penurunan Stunting Tercapai dengan Kolaborasi

4 bulan ago

Popular News

  • Sahnan Pasaribu Didepak, Bupati Madina Lantik Afrizal Jadi Sekda

    Sahnan Pasaribu Didepak, Bupati Madina Lantik Afrizal Jadi Sekda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HUT Ke-27 Madina, Bupati Soroti 1.200 Km Jalan Rusak dan Isu Mundurnya 6 Kepala OPD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MARPOKAT Desak Pemkab Madina Legalkan Tambang Rakyat Demi Kepastian Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok Kabupaten Madina Berusia 27 Tahun, Ini Agenda Peringatannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof. Sumper Mulia Harahap Dilantik sebagai Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025