Bupati Madina H. Saipullah Nasution menginstruksikan pengerjaan bronjong darurat dan mengimbau warga bersiap hadapi ancaman ganda banjir serta Karhutla menjelang puncak musim hujan.
Panyabungan, StartNews – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution merespon cepat penanganan darurat pasca-bencana banjir yang melanda kawasan Gunung Manaon dan sekitarnya, sekaligus mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Februari 2027.
Kebijakan percepatan perbaikan infrastruktur fisik dan penguatan mitigasi itu bertujuan mencegah luapan susulan yang merusak permukiman warga.
Kondisi darurat sebelumnya sempat memicu ancaman serius setelah jembatan penghubung di kawasan Gunung Manaon dan Gunung Barani hampir putus diterjang luapan air sungai.
Derasnya arus juga mengakibatkan jebolnya benteng sungai di beberapa titik, sehingga alur air berbelok menembus kawasan pemukiman. Dampak kerusakan paling parah menerjang wilayah Manyabar beserta empat desa di sekitarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, penanganan teknis langsung digulirkan di lapangan dengan mengerahkan alat berat serta pemasangan penahan erosi. Penanganan difokuskan pada penutupan celah tanggul yang jebol agar debit air kembali mengalir pada alur aslinya dan tidak lagi membahayakan kawasan sekitar.
“Akibat jebolnya tanggul tersebut, aliran air sungai berbelok arah dan menerjang permukiman warga. Peristiwa ini berdampak parah pada kawasan Manyabar serta empat desa di sekitarnya,” ujar Saipullah dalam agenda Safari Jumat di Masjid Raya Gunungtua, Kecamatan Panyabungan, Jumat (30/10/2026).
Langkah intervensi fisik ini dipadukan dengan penguatan kewaspadaan masyarakat. Mengingat karakter wilayah yang rentan terhadap perubahan cuaca drastis, warga diminta tidak hanya mewaspadai potensi banjir akibat curah hujan tinggi, melainkan juga tetap siaga terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang sempat memicu gangguan asap pada aktivitas harian serta persekolahan.
“Semoga penanganan darurat ini dapat segera tuntas sehingga aliran sungai kembali normal dan aktivitas warga bisa pulih secepatnya,” kata Saipullah.
Upaya tanggap darurat yang dipadukan dengan pengawasan wilayah ini diharapkan mampu menekan risiko kerugian material maupun korban jiwa selama periode musim hujan berlangsung.
Reporter: Sir





Discussion about this post