• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Camat Tambangan Perintahkan Kades Aktifkan Pos Pemantauan Kebencanaan

by Redaksi
Rabu, 26 November 2025
0 0
0
Camat Tambangan Perintahkan Kades Aktifkan Pos Pemantauan Kebencanaan

Badan jalan yang menghubungkan Desa Pastap dengan Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, tergerus longsor hingga nyaris putus. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Tambangan, StartNews – Camat Tambangan Enda Mora Lubis meminta para lurah dan kepala desa (Kades) mengaktifkan pos pemantauan kebencanaan di wilayah kerja masing-masing. Dia juga memohon kapada para imam salat berjamaah di masjid-masjid untuk memimpin doa agar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terhindar dari bencana.

“Kepada para ustad dan imam setiap selesai salat berjamaah untuk mendoakan secara khusus agar Allah SWT menjauhkan bencana dari daerah kita,” kata Enda Mora melalui kanal grup WhatsApp, Rabu (26/11/2025).

Dia juga meminta agar para kades dan lurah memperkuat sistim peringatan dini dan pemantauan kebencanaan di wilayah kerja masing-masing, termasuk menginformasikanya melalui pengeras suara di masjid-masjid dan musala.

Di wilayah Tambangan dilaporkan, akses jalan yang menghubungkan Desa Pastap dengan Desa Pastap Julu, tepatnya di Pangirkiran, tergerus longsor hingga badan jalan nyaris putus.

Sementara debit air Sungai Aek Mais di Kecamatan Tambangan juga dilaporkan meningkat drastis pada Selasa (25/11/2025) malam. Kondisi ini membuat Kepala Desa Pastap Muhammad Raja meminta warganya yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) tersebut mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Informasi itu diketahui dari unggahan video yang disampaikan Raja di grup WhatsApp Marmayam Keta Mar Hp Emmajolo. Dalam rekaman itu, terdengar kepala desa menggunakan bahasa Mandailing meminta warga segera mengungsi untuk sementara waktu.

“Daripada nga tenang komu modom tondi on tong dison sondia dei, tonga borngin. Ima so u telepon sidalkit na i, topi aek i sonjia dei. Pindah modom majolo (Daripada kalian tidak tenang tidur malam ini, apalagi menjelang tengah malam. Makanya saya telepon keluarga di sana, bagaimana kondisi air di pinggir sungai itu. Lebih baik pindah tidur dulu sementara),” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Raja membenarkan langkah evakuasi dilakukan karena debit air Sungai Aek Mais terus meningkat. Informasi dari warga di Pastap Julu juga menyebutkan arus Aek Mais dan Aek Pagur naik signifikan akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sejak sore hingga malam hari.

“Keempat warga itu sudah kita ungsikan sementara ke rumah keluarganya yang berada di pinggir jalan,” jelasnya.

Raja juga mengimbau seluruh warga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Aek Mais agar tetap waspada. Hingga malam ini, curah hujan di kawasan hulu sungai masih tinggi sehingga potensi lonjakan debit air masih bisa terjadi.

Selain mengancam permukiman, lahan persawahan warga juga sudah terdampak cukup luas, namun pihak desa belum dapat memastikan jumlah pastinya. “Kemungkinan besok baru bisa kita pantau langsung ke lokasi,” tambahnya.

Sementara jembatan gantung yang dibangun pada tahun 2022 lalu di kawasan Batu Tunggal dilaporkan hanyut terseret arus. Dimana jembatan itu adalah akses masyarakat menuju areal persawahan. Hanyutnya jembatan diduga akibat sebuah pohon besar di tepi sungai tumbang dan menghantam struktur jembatan.

Situasi di lapangan hingga saat ini masih dipantau oleh pemerintah desa. Raja menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan warga agar langkah-langkah keselamatan dapat dilakukan secara cepat bila kondisi kembali memburuk.

Reporter: Sir

Tags: AktifkanCamat TambanganKadesKebencanaanPos Pemantauan
ShareTweet
Next Post
Tak Henti Diguyur Hujan, Tapsel ‘Dikepung’ Banjir dan Longsor

Ini Laporan Terkini BNPB Terkait Bencana Alam di Sumatera Utara

Discussion about this post

Recommended

Rahmat Nasution dan Syahrul Pasaribu Bantah Ditangkap KPK

Rahmat Nasution dan Syahrul Pasaribu Bantah Ditangkap KPK

9 bulan ago
Camat Tambangan Promosikan Sepatu Kulit Buatan Simalagi

Camat Tambangan Promosikan Sepatu Kulit Buatan Simalagi

2 tahun ago

Popular News

  • Pemkab Madina Somasi Media Online Terkait Tudingan Pungli Kadinkes

    Pemkab Madina Somasi Media Online Terkait Tudingan Pungli Kadinkes

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025