Padangsidimpuan, StartNews – Sopir angkot berusia 55 tahun ditangkap polisi, karena mencabuli seorang anak SD yang baru pulang sekolah dan menjadi penumpang di angkotnya.
Pria berinisiak MPT itu mengaku khilaf, terbawa nafsu dan terikut bisik setan, dikarenakan sudah sebulan lebih tidak diberi ‘jatah ranjang’ oleh istrinya.
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dudung Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP Maria Marpaung dan Kasi Humas AKP Kenborn Sinaga mengatakan itu kepada wartawan, Jumat (22/3/2024).
“Ibu korban yang melaporkan kejadian ini, setelah mendengar cerita dari putrinya.Kemudian langsung kita proses dan menangkap si terlapor pelaku pencabulan tersebut,” kata Kapolres.
Dia menjelaskan, korban yang masih berusia 10 tahun itu bersekolah di salah satu SD di pusat kota. Selama ini sudah terbiasa pergi dan pulang sekolah naik angkot.
Nahas terjadi pada saat pulang sekolah pada Rabu (20/3/2024) kemarin. Penumpang angkot hanya dua orang, korban dan seorang teman sekolahnya.
Di Jalan SM Raja Sitamiang, temannya itu turun karena rumahnya berada di sana. Selanjutnya tersangka MPT menyuruh korban agar duduk di depan di samping sopir.
Korban menolak, tetapi terus dibujuk-bujuk dan diancam diturunkan di tengah jalan oleh MPT. Karena perjalanan masih jauh, korban terpaksa menuruti dan duduk di dekat sopir.
Beberapa ratus meter angkot berjalan, MPT mulai berbuat amoral kepada korban. Dia juga mengancam korban agar tidak memberitahu ke siapapun.
Setibanya di tujuan, korban berlari ke rumahnya dan menceritakan semua kejadian itu kepada ibunya. Bagai disambar petir, ibunya yang emosi langsung mencari sopir angkot itu ke terminal.
Bertemu di terminal, pelaku tidak mengakui apa yang baru saja diperbuatnya. Namun akhirnya mengaku hanya memegang paha korban. Polisi langsung amankan pelaku karena nyaris dihabisi massa.
Ibu korban membuat laporan ke Polres dan MPT langsung diamankan.
“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, MPT sudah kita tahan dan sedang diproses secara hukum,” sebut Kasat Reskrim AKP Maria.
Reporter: Naslay





Discussion about this post