Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap bahan pangan lokal untuk menggerakkan ekonomi warga pascabencana.
Tapsel, StartNews – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu mewajibkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyerap bahan pangan dari petani lokal guna memulihkan perputaran ekonomi daerah.
Instruksi tersebut disampaikan Gus Irawan saat meresmikan SPPG Kelurahan Bintuju di Kecamatan Angkola Muaratais pada Kamis (30/4/2026). Hal ini menjadi prioritas utama karena sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah tengah terpuruk akibat dampak bencana banjir yang merusak ribuan hektare sawah dan kolam masyarakat.
“Agar perputaran ekonominya lebih terasa di masyarakat sekitar atau perputaran uangnya tetap di Tapsel, saya minta agar bahan-bahan yang diolah tetap mengutamakan produksi lokal. Seperti beras, sayur, daging, ikan, dan lainnya,” kata Bupati Gus Irawan.
Menurut dia, keterlibatan produk lokal penting mengingat sektor pertanian menyumbang sekitar 43 persen pertumbuhan ekonomi di Tapanuli Selatan. Dalam situasi pascabencana, program MBG tidak hanya dipandang sebagai upaya pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi yang mampu mengompensasi kerugian gagal panen para petani.
Gus Irawan memproyeksikan potensi ekonomi yang besar jika seluruh dapur MBG di Tapanuli Selatan sudah beroperasi secara maksimal. Dia memperkirakan perputaran uang yang berasal dari pembelian bahan pangan serta penggajian tenaga kerja lokal bisa menembus angka Rp400 miliar per tahun.
“Program ini harus kita percepat. Semakin cepat dapur beroperasi, semakin cepat uang berputar di desa-desa dan ekonomi masyarakat bangkit kembali,” katanya.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala SPPG Bintuju Martua Alfiansyah Harahap menyatakan komitmennya untuk mengedepankan kualitas dan penggunaan bahan pangan lokal. Saat ini pihaknya telah melayani 1.723 siswa dan memastikan setiap proses pengolahan memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
“Kami berkomitmen memenuhi standar gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional agar anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan mampu menjadi generasi emas Indonesia 2045,” ujar Martua.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post