Bupati Madina H. Saipullah Nasution menegaskan pentingnya manajerial kepala perpustakaan untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan mengentaskan kemiskinan di Madina.
Panyabungan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina0 menyoroti pentingnya kapasitas manajerial para pengelola perpustakaan dalam upaya membenahi pola pikir masyarakat demi mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Saipullah menyampaikan hal itu saat membuka Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2026 di SMA Plus Panyabungan, Kompleks Pendidikan STAIN, Panyabungan, Rabu (22/7/2026).
Menurut Saipullah, perpustakaan merupakan instrumen vital dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945. Dia mengatakan pembenahan pola pikir melalui literasi menjadi kunci memutus rantai kemiskinan di tengah masyarakat.
“Kita tidak boleh membiarkan masyarakat secara umum terus-menerus seolah terlena berada dalam kondisi kemiskinan. Pola pikir ini harus diubah melalui edukasi dan pemahaman literasi yang baik,” ujar Saipullah.
Guna mewujudkan hal iru, Saipullah meminta para kepala perpustakaan di tingkat sekolah, perguruan tinggi, hingga kelurahan dan desa untuk memiliki kemampuan manajerial yang mumpuni agar mampu menciptakan iklim membaca yang hidup.
“Pengelola harus mampu menghidupkan suasana dan menyediakan koleksi bahan bacaan yang relevan, baik berupa ilmu pengetahuan umum maupun pendidikan khusus yang dibutuhkan masyarakat,” kata Saipullah.
Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan juga terus dikuatkan dalam mendukung gerakan literasi tersebut.
Kepala SMAN 2 Plus Panyabungan Hendri menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk terus berjalan selaras dengan program pembangunan Pemkab Madina.
“Kami terus berkomitmen menyelaraskan program-program di sekolah dengan program Pemkab Madina. Sinergisitas ini sangat penting, terutama dalam mendukung gerakan literasi daerah, peningkatan mutu pendidikan, serta pembentukan karakter generasi muda di Madina,” tutur Hendri.
Acara yang turut dihadiri jajaran pejabat Pemkab Madina, Tim Asesor Akreditasi Perpustakaan, serta para pengelola perpustakaan se-Kabupaten Madina ini menjadi langkah strategis daerah dalam mendorong penguatan tata kelola fasilitas literasi secara menyeluruh demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Reporter: Sir





Discussion about this post