• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Agustus 3, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Bupati Madina Minta Perusahaan Sawit Alihkan Angkutan CPO Lewat Jalur Laut

by Redaksi
Rabu, 17 Juni 2026
0 0
0
Bupati Madina Minta Perusahaan Sawit Alihkan Angkutan CPO Lewat Jalur Laut

Bupati Madina H. Saipullah Nasution saat acara sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati Madina, Panyabungan, Rabu (17/06/2026). (FOTO: DISKOMINFO MADINA)

ADVERTISEMENT

Bupati Madina H. Saipullah Nasution meminta perusahaan sawit mengalihkan pengangkutan CPO ke jalur laut lewat Pelabuhan Palimbungan. Tujuannya, menyelamatkan jalan raya yang rusak parah akibat truk bermuatan berat.

Panyabungan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) meminta perusahaan kelapa sawit di wilayah pantai barat Madina agar mengalihkan jalur pengangkutan Crude Palm Oil (CPO) dari jalur darat ke jalur laut melalui Pelabuhan Palimbungan. Pengalihan ini bertujuan mengatasi kerusakan infrastruktur jalan yang kian parah akibat aktivitas kendaraan berat bermuatan over kapasitas.

Bupati Madina H. Saipullah Nasution menyampaikan hal ini di hadapan para pelaku usaha dan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam acara sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan rapat koordinasi di Aula Kantor Bupati Madina, Panyabungan, Rabu (17/06/2026).

Selama ini, mobilitas truk pengangkut CPO yang melintasi jalur darat dituding menjadi penyebab hancurnya akses transportasi publik lewat jalur darat di wilayah ini.

Saipullah menyoroti hancurnya ruas jalan yang menghubungkan Jembatan Merah hingga Simpang Gambir. Menurut dia, pemerintah daerah tidak bisa terus-menerus memperbaiki jalan yang rusak akibat aktivitas logistik perusahaan swasta, sementara masyarakat luas yang dirugikan.

“Kedepan, pengangkutan CPO akan didorong melalui jalur laut dari Pelabuhan Palimbungan guna meminimalisir kerusakan jalan,” kata Saipullah.

Guna merealisasikan pengalihan arus logistik itu, kata Saipullah, pihaknya tengah mematangkan kesiapan infrastruktur pelabuhan. Dia mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar pelabuhan di pantai barat Madina itu segera naik kelas menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

“Kami telah bertemu menteri dan berkomitmen mengembangkan pelabuhan agar kedepan menjadi kawasan industri,” ungkap Saipullah menambahkan.

Selain persoalan jalur logistik CPO, momentum pertemuan yang dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Faisal dan Kepala BPS Madina ini juga dimanfaatkan Pemkab untuk membenahi tata kelola Corporate Social Responsibility (CSR).

Mulai tahun 2026, seluruh program tanggung jawab sosial perusahaan wajib dikoordinasikan dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Penyelarasan ini dinilai penting agar kontribusi finansial dari perusahaan swasta, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Madina.

Pemkab memerlukan data konkret mengenai luas lahan, volume produksi, hingga total penghasilan perusahaan yang nantinya divalidasi melalui Sensus Ekonomi 2026.

“Penyaluran CSR harusnya untuk kepentingan masyarakat seperti untuk kesehatan dan pendidikan serta peningkatan infrastruktur,” kata Saipullah.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Madina dan BPS menjamin kerahasiaan data yang diisi oleh perusahaan dalam Sensus Ekonomi 2026 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Pengumpulan data mandiri ini murni digunakan untuk pemetaan potensi wilayah dan penyusunan kebijakan ekonomi nasional, bukan sebagai instrumen penegakan hukum atau penarikan pajak.

Sebagai bentuk kepatuhan investasi, para pelaku usaha juga diminta merampungkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Triwulan II melalui sistem OSS RBA paling lambat 10 Juli 2026.

Reporter: Sir

Tags: Angkutan CPObupati madinaJalur LautPerusahaan Sawit
ShareTweet
Next Post
Kapolres Tapsel Sebut Polri Tak Boleh Berjarak dengan Masyarakat

Kapolres Tapsel Sebut Polri Tak Boleh Berjarak dengan Masyarakat

Discussion about this post

Recommended

Pimpin Apel Perdana, Wali Kota Bukittinggi Tekankan Inovasi dan Profesionalisme ASN

Pimpin Apel Perdana, Wali Kota Bukittinggi Tekankan Inovasi dan Profesionalisme ASN

1 tahun ago
Banjir dan Longsor Landa Sebagian Wilayah Tapanuli Selatan

Banjir dan Longsor Landa Sebagian Wilayah Tapanuli Selatan

2 tahun ago

Popular News

  • Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    Terbang Perdana Wings Air Rute KNO-JHN, Wabup Madina Jadi Penumpang VIP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Brigjen Pol. Sonny Irawan Dimutasi dari Jabatan Wakapolda Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Besok, Water Salute Tandai Penerbangan Perdana Wings Air Kualanamu (KNO) – Madina (JHN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Kajari di Sumatera Utara Diganti, Ini Daftarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BKPSDM Meinul Lubis Ditahan Jaksa, Bupati Madina Angkat Bicara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026