Jakarta, StartNews Booth milik Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Mandailing Natal (Madina) pada Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (FTNTWA) yang dihelat di Istora Senayan Jakarta pada 1- 4 Juni 2023 terbilang ramai pengunjung.
Selain diaspora Mandailing Natal yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), booth Balai TNBG itu juga dikunjungi selebritis dan pejabat. Di antaranya, rapper Saykoji, Medina Kamil (dulu presenter Jejak Petualang), dan Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Restorasi dan Kemitraan Konservasi Dr. Ir. Wiratno, M.Sc.

Yang lebih istimewa lagi, kehadiran dua menteri di booth Balai TNBG, yakni Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.

Apalagi pada hari kedua festival, Balai TNBG berkesempatan mengadakan acara talk show dengan menghadirkan narasumber Kepala Balai TNBG Teguh Setiawan.

Dalam kesempatan itu, Teguh memaparkan keberadaan Taman Nasional Batang Gadis dan wisata pendakian Puncak Sorik Marapi.
Talk show ini berjalan seru. Banyak pengunjung yang mengajuka pertanyaan seputar Taman Nasional Batang Gadis.
Sekadar informasi, gelaran FTNTWA ini merupakan yang ketujuh kali. Selain memamerkan beragam flora dan fauna yang ada di kawasan TNBG, booth Balai TNBG juga menampilkan aneka permainan seperti puzzle, spinwhel, dan tebak gambar. Juga ada merchandise, talk show, dan penampilan kesenian dan budaya Mandailing.
FTNTWA tahun ini diikuti balai taman nasional, taman wisata alam, dan balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) seluruh Indonesia. Festival ini bertujuan menyosialisasikan dan mempromosikan keberadaan taman nasional dan taman wisata alam yang ada di seluruh Indonesia.
Berbicara taman nasional dan taman wisata alam bukan hanya tentang cara menjaga kawasan agar tetap lestari. Lebih dari itu, juga mengupayakan agar kawasan taman nasional dan taman wisata alam menjadi sarana yang ideal untuk mencapai harmonisasi antara manusia dan alam.
Hal itu menyangkut masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan (wilayah/desa penyangga). Kehidupan masyarakat tersebut bergantung pada sumber daya alam taman nasional.
Selain itu, masyarakat wilayah/desa penyangga juga memiliki pengetahuan dan kemampuan tradisional yang turut membantu melestarikan keanekaragaman hayati di Kawasan. Sehingga, keterlibatan masyarakat penting dalam mewujudkan konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan.
Reporter: Sir





Discussion about this post