Anak perempuan berusia 7 tahun di Angkola Muara Tais, Tapsel, ditemukan tewas di dalam sumur. Polisi mengonfirmasi adanya bekas kekerasan dari hasil autopsi.
Tapsel, StartNews – Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menyelidiki dugaan tindak kekerasan yang menewaskan seorang anak perempuan berusia 7 tahun di Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), setelah jasad korban ditemukan di dalam sumur yang baru digali pada Minggu (2/8/2026) siang.
Korban yang duduk di bangku kelas satu sekolah dasar dan merupakan anak kedua dari pasangan RN dan NH tersebut ditemukan di dalam sumur berair dengan kedalaman sekitar dua meter. Sumur itu berada di lokasi pembangunan rumah milik warga berinisial MRY, yang pada hari kejadian tengah menggelar acara selamatan.
Kepala desa setempat, Anton Putra Bungsu, mengatakan penemuan jasad korban kali pertama diumumkan oleh warga sekitar selepas waktu salat zuhur.
“Saya bilang pastikan dulu, udah meninggal atau belum. Rupanya sudah meninggal dunia,” ujar Anton saat mendampingi petugas menunjukkan tempat kejadian perkara.
Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pintu Padang untuk menjalani proses visum et repertum, lalu dilanjutkan proses autopsi di RSUD Tapanuli Selatan di Sipirok. Jenazah korban telah disemayamkan oleh pihak keluarga.
“Korban sudah dimakamkan pada kemarin sore, selepas Asar,” kata Anton.
Sementara ayah korban, RN, mengatakan putrinya tidak tidur di rumah pada malam sebelum kejadian, melainkan menginap di rumah yang berdekatan dengan lokasi penemuan jasad.
“Dia di sana tidurnya. Saat ini kami sudah serahkan semuanya ke polisi,” kata RN.
RN menyatakan belum siap memberikan rincian lebih lanjut karena masih fokus menggelar doa bersama pasca-pemakaman.
Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Tapsel mengumpulkan sejumlah warga untuk dimintai keterangan di Polsek Batang Angkola pada Rabu (5/8/2026).
Kasat Reskrim Polres Tapsel Iptu Bontor Desmonth Sitorus membenarkan adanya tanda-tanda kekerasan pada jasad korban berdasarkan hasil pemeriksaan medis.
Bontor menyatakan dari proses autopsi yang telah dilakukan terhadap tubuh korban, tim medis menemukan adanya bekas tindak kekerasan. Polisi masih mendalami keterangan para saksi guna mengungkap penyebab kematian korban.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post