• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Agustus 17, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Begini Strategi Pengentasan Gangguan Penglihatan

by Redaksi
Rabu, 5 Oktober 2022
0 0
0
Begini Strategi Pengentasan Gangguan Penglihatan

Ilustrasi gangguan penglihatan. (FOTO: ISTIMEWA)

ADVERTISEMENT

Jakarta, StartNews Jumlah penderita gangguan penglihatan di Indonesia berdasarkan survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness diperkirakan 3 dari 100 orang berusia lebih dari 50 tahun mengalami kebutaan atau sekitar 1,6 juta orang.

Penyebab utama gangguan penglihatan adalah kelainan refraksi. Sedangkan penyebab utama kebutaan adalah katarak.

Sampai saat ini masalah mata masih menjadi perhatian pemerintah. Masih banyak orang yang mengalami gangguan penglihatan. Saat ini di Indonesia kurang lebih ada 1 juta orang mengalami kebutaan. Sementara kurang lebih 5 sampai 6 juta orang mengalami gangguan penglihatan dan sebagian besarnya adalah masih mungkin untuk diatasi.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan gangguan penglihatan dan kebutaan merupakan masalah yang berdampak pada hampir sepertiga populasi dunia saat ini dan diperkirakan akan terus meningkat.

Penyakit prioritas pada gangguan penglihatan adalah yang pertama katarak, kemudian diikuti kelainan refraksi, glaukoma, dan retinopati diabetik, ujar Maxi pada konferensi pers Hari Penglihatan Sedunia, Selasa (4/10/2022).

Cara mengatasi gangguan penglihatan secara komprehensif meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Pemerintah menargetkan penurunan gangguan penglihatan sebesar 25 persen pada 2030. Strategi penanggulangan gangguan penglihatan mulai dari penguatan advokasi dan koordinasi lintas program dan lintas sektor, penguatan peran serta masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, pendekatan asesmen kesehatan yang berkualitas melalui peningkatan SDM dan standardisasi, penguatan surveilans sampai pemantauan serta evaluasi kegiatan.

Pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak dalam proses mengembangkan vision center, ucap Maxi.

Vision center adalah sebuah bentuk pelayanan kesehatan mata terintegrasi pada fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat layanan primer. Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, bukan hanya kepada individu, tapi juga masyarakat atau komunitas melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Dalam mengatasi masalah penglihatan di Indonesia, pemerintah butuh keterlibatan lintas sektor seperti organisasi profesi.

Pengurus pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dr. Yeni Dwi Lestari, Sp.M (K) mengatakan tahun ini Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan berbagai stakeholder, termasuk Perdami, mencoba satu pilot project pengembangan vision center. Bertujuan menyediakan layanan yang bisa diakses dan terdekat dengan masyarakat.

Melalui vision center ini, kami berharap bisa melayani masyarakat untuk skrining deteksi dini sebuah penyakit, terutama katarak dan pelayanan refraksi. Untuk pelayanan refraksi, kita harapkan bahwa vision center ini bisa menjadi satu unit atau satu fasilitas yang bisa menyediakan kaca mata dengan harga terjangkau, ucap dr. Yeni.

Yeni menjelaskan, strategi selanjutnya adalah melalui 3A, yakni: accessible (dapat diakses), available (ketersediaan), dan affordable (terjangkau). Melalui accessible, kata dia, masyarakat Indonesia memiliki akses pada layanan kesehatan dimanapun.

Setiap penduduk Indonesia memiliki akses pada layanan kesehatan mata dimanapun. Ini sebenarnya bisa dilaksanakan jika layanan kesehatan yang menyediakan layanan kesehatan mata itu berada di tengah-tengah masyarakat itu sendiri.

Untuk available, pemerintah ingin pemeriksaan mata itu bisa tersedia untuk segala usia, baik bayi baru lahir sampai populasi dengan usia lanjut sebenarnya. Banyak sekali pemeriksaan mata yang bisa dilakukan secara sederhana dan tidak memerlukan alat-alat yang canggih.

Terkait affordable, pemerintah ingin kesehatan mata bisak terjangkauharganya. Jadi, kita sudah mulai memikirkan bagaimana caranya bisa menyediakan kaca mata dengan kualitas tinggi, namun terjangkau dan bisa diakses oleh seluruh penduduk Indonesia, sehingga pasien tersebut bisa melihat dengan lebih baik, jelasnya.

Reporter: Rls

Tags: Gangguan PenglihatanHari Penglihatan SeduniaKesehatanStrategi
ShareTweet
Next Post
Wabup Madina Hadiri Upacara HUT ke-77 TNI di Tapsel

Wabup Madina Hadiri Upacara HUT ke-77 TNI di Tapsel

Discussion about this post

Recommended

Cegah Covid-19, Dinkes Madina Pesan 350 APD dan Alat Kesehatan

6 tahun ago
Kasus di Parbaungan, Anak Curi Uang Rp173 Juta dari Toko Orangtuanya

Kasus di Parbaungan, Anak Curi Uang Rp173 Juta dari Toko Orangtuanya

1 tahun ago

Popular News

  • Praktisi Hukum Desak Kejaksaan Usut Aktor Utama Dugaan Korupsi Smart Village

    Praktisi Hukum Desak Kejaksaan Usut Aktor Utama Dugaan Korupsi Smart Village

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tapsel Dorong Transformasi Mustahik Jadi Muzakki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4.843 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026