Laporan terbaru aktivitas Gunung Sorikmarapi mencatatkan belasan gempa vulkanik dalam dan imbauan waspada bagi warga Madina.
Panyabungan, StartNews – Gunung Api Sorikmarapi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, tercatat mengalami 14 kali gempa vulkanik dalam sepanjang pengamatan periode Sabtu, 9 Mei 2026.
Berdasarkan laporan aktivitas dalam rentang waktu 00.00 hingga 24.00 WIB, gunung dengan ketinggian 2145 meter di atas permukaan laut itu juga menunjukkan aktivitas visual berupa asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis mencapai ketinggian 25 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sorikmarapi menyatakan secara visual gunung terlihat jelas, tetapi terkadang tertutup kabut level 0-I. Kondisi klimatologi di sekitar kawasan terpantau berawan hingga turun hujan dengan tiupan angin lemah yang mengarah ke utara, timur laut, dan timur.
Selain gempa vulkanik, sensor kegempaan juga menangkap adanya satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo maksimum mencapai 38 milimeter.
Menyikapi perkembangan data teknis itu, otoritas terkait mengeluarkan sejumlah rekomendasi demi menjamin keselamatan masyarakat dan wisatawan. Satu di antaranya, larangan bagi siapapun untuk menuruni, mendekati, apalagi bermalam di area kawah aktif, karena kondisi yang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Masyarakat dan pengunjung wisatawan diminta tidak berlama-lama di kawasan Kawah Sibangor Tonga guna menghindari potensi bahaya gas beracun yang dapat mengancam kesehatan,” tegas Firman Syukri, pengamat Gunung Sorikmarapi.
Penduduk yang bermukim dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III diharapkan senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Koordinasi intensif terus dilakukan antara petugas lapangan dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung guna memantau setiap fluktuasi aktivitas gunung api secara real-time.
Hingga kini, pemantauan ketat diberlakukan mengingat karakteristik gunung api yang memerlukan kewaspadaan berkelanjutan dari seluruh elemen warga di Madina.
Reporter: Sir




Discussion about this post