Tim gabungan memperluas radius pencarian kakek 60 tahun yang hilang di Sungai Batang Bangko, Sinunukan, Madina. Fokus pencarian kini dibayangi ancaman predator air menyusul temuan tiga ekor buaya di sekitar lokasi kejadian.
Sinunukan, StartNews – Tim SAR gabungan memperluas radius pencarian hingga radius 5 kilometer ke arah hilir Sungai Batang Bangko, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), pada hari ketiga operasi pencarian seorang kakek berusia 60 tahun yang hilang misterius sejak Minggu (17/5/2026) sore lalu.
Perluasan radius pencarian itu dilakukan di tengah meningkatnya risiko keselamatan bagi tim penyelamat setelah penemuan tiga ekor predator jenis buaya di sekitar lokasi awal hilangnya korban.
Amiran, warga Desa Airapa, dilaporkan hilang saat hendak mandi dan mengambil wudu untuk salat Magrib di sungai yang berada tepat di belakang rumahnya.
Kondisi lapangan dilaporkan makin menyulitkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Polisi Airud, dan relawan lokal. Selain faktor alam berupa luapan debit air akibat hujan lebat semalaman dan kondisi arus yang keruh, kehadiran satwa liar di aliran sungai tersebut kini menjadi fokus kewaspadaan dalam operasi penyelamatan.
Komandan Basarnas, M. Rizal Rangkuti, mengatakan timnya harus bergerak ekstra hati-hati dalam menyisir aliran sungai menggunakan dua unit perahu karet yang masing-masing diawasi oleh lima personel bersenjata lengkap.
“Berdasarkan laporan tim yang melakukan pencarian, menemukan tiga ekor predator. Di antaranya satu ekor ukuran besar dan dua ekor ukuran kecil yang tak jauh dari TKP. Kita tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar sungai, mengingat adanya penemuan hewan buas di sungai Batang Bangko ini,” ujarnyamelalui sambungan telepon, Selasa (19/5/2026).
Hingga saat ini, pihak berwewenang belum bisa menyimpulkan apakah korban hilang akibat terseret arus sungai yang deras atau menjadi korban serangan predator air tersebut. Kawasan Sungai Batang Bangko memang dikenal oleh warga lokal sebagai habitat asli buaya liar sejak lama.
Camat Sinunukan Abdi Pulungan menyatakan pihaknya terus bersiaga dan berkoordinasi dengan posko tim gabungan untuk memantau setiap perkembangan di lapangan secara berkala.
“Kronologis belum dapat dipastikan kejadian apa, korban diterkam hewan buas atau hanyut. Kita berdoa saja semoga korban segera ditemukan. Memang, berdasarkan informasi masyarakat, sungai Batang Bangko ini memiliki predator sejak dulu. Kami dari Kecamatan Sinunukan tetap mengimbau masyarakat yang ikut melakukan pencarian agar tetap meningkatkan kewaspadaan,” kata Abdi Pulungan.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post