• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, Mei 13, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Selamat Tinggal Mabuk Darat, Selamat Datang Lion Air

Penulis: Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

by Redaksi
Selasa, 12 Mei 2026
0 0
0
Selamat Tinggal Mabuk Darat, Selamat Datang Lion Air

Ilustrasi.

ADVERTISEMENT

SUASANA sore di Taman Kota Panyabungan mulai mendingin. Tapi, obrolan di salah satu warung kopi justru makin memanas. Empat pria duduk melingkari meja kayu yang penuh dengan ampas kopi dan asap rokok. Perhatian mereka tertuju pada berita lokal yang ditayangkan median online StartNews.

“Bah, tengok kelen ini. Pak Bupati makin ‘paten’ kulihat. Langsung ke Lantai 7 Gedung Nusantara dia, nemui si Rusdi Kirana. Gak tanggung-tanggung, Bos Lion Air langsung yang dikuncinya!” seru Bang Ucok, wartawan senior yang kritis, bicaranya ceplas-ceplos, gaya Medan asli.

Bang Ucok menggeser layar ponselnya untuk menunjukkan foto pertemuan itu kepada yang lain.

“Bah, makin sepi lah nanti loket bus kita itu, Bang. Kalau betulan rute Medan-Madina sama Madina-Padang ini jalan, apa gak ‘teleng’ kami pengusaha lintas ini? Biasanya orang naik bus dua belas jam, ini nanti sejam udah nyampe,” keluh Poltak, pengusaha angkutan darat yang mulai cemas, agak emosional tapi setia kawan.

Poltak tak mampu menyembunyikan raut wajah masam sembari menyeruput kopi hitamnya yang tinggal separuh.

“Ya ampun, Bang Poltak… masa zamannya mau di situ-situ aja? Pikirlah, Bang. Aku kalau mau ke Medan gak perlu lagi muntah-muntah di jalan lintas gara-gara tikungan Kotanopan. Tinggal duduk manis di Boeing, cekrek, posting, ‘On the way Medan, Gaes!’. Berkelas sikit lah Madina kita ini,” sahut Ucil, anak muda milenial Panyabungan yang selalu update teknologi. Bicaranya campur bahasa gaul. Sedari tadi Ucil sibuk menyiapkan kamera ponselnya untuk membuat konten story.

“Sabar kau, Poltak. Rezeki itu sudah ada porsinya. Kau pikirkanlah masyarakat kita. Selama ini kalau ada keluarga yang sakit parah mau dibawa ke Medan, berapa jam mereka menderita di jalan? Dengan adanya bandara ini, itu namanya kemaslahatan. Apalagi namanya keren, Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution. Ada marwah kita di situ,” kata Pak Haji, sesepuh yang tenang, bijak, dan selalu melihat sisi berkah. Pak Haji menenangkan suasana dengan nada suaranya yang berat dan berwibawa.

“Betul kata Pak Haji itu. Lagian, Poltak, ini bukan cuma soal orang jalan-jalan. Pak Bupati bilang ini buat optimalisasi ekonomi. Bayangkan, kalau rute Madina-Padang dibuka, orang Sumbar makin gampang masuk sini. Dagangan makin kencang. Apalagi Pak Marwan Dasopang ikut ngawal di DPR-RI. Ini kolaborasi orang ‘atas’ yang mikirin orang ‘bawah’,” tambah Bang Ucok sambil menyalakan kreteknya.

“Iya juga sih… tapi apa gak sekadar janji-janji manis aja itu, Bang? Kan dibilangnya masih tahap melengkapi administrasi. Aku paling ngeri kalau ‘administrasi’ ini ujungnya lama macam nunggu antrean sembako,” ujar Poltak dengan nada ragu, mencoba mencari celah pesimisme.

“Ih, Bang Poltak ketinggalan update. Ini kan tindak lanjut dari pertemuan April kemarin. Berarti Pak Bupati serius, gak cuma foto-foto doang di Jakarta. Tadi kubaca, Lion Air Group udah setuju. Malah mau ada rute ke daerah lain lagi nanti. Bandara Bukit Malintang itu bakal jadi pusat dunia, Bang! Minimal pusat Tabagsel lah,” balas Ucil dengan gaya bicaranya yang meledak-ledak.

“Cocok kau, Cil. Tapi intinya satu, kita sebagai masyarakat jangan cuma jadi penonton. Bandara udah mau operasional, akses udah dibuka sama Lion Air, terus kita mau jual apa? Jangan sampai rute dibuka, tapi yang datang cuma pesawat kosong atau cuma bawa orang luar yang mau ambil hasil bumi kita,” tegas Bang Ucok mengingatkan esensi dari pembangunan tersebut.

“Nah, itu yang paling penting. Pak Bupati sudah buka jalurnya, kita yang di daerah harus siap menyambut. Ekonomi Madina harus tumbuh, jangan cuma gaya-gayaan punya bandara tapi pasar kita tetap lesu. Kita doakanlah biar urusan administrasinya cepat tembus di kementerian,” ucap Pak Haji yang langsung diamini oleh yang lain.

“Gasskeun lah! Pokoknya nanti pas flight perdana ke Padang, aku harus ikut. Mau makan sate KM 4 di sana sebentar terus sorenya balik lagi ke Panyabungan. Gaya, kan?” seru Ucil sambil tertawa lebar.

“Gaya kau selangit, Cil! Dompet kau itu urus dulu. Jangan sampai pas beli tiket bandara, kau malah mau bayar pakai doa!” ledek Bang Ucok yang disambut tawa renyah dari seluruh penghuni warung.

“Hahaha! Ya sudahlah, kalau itu buat kemajuan Madina, aku dukunglah. Biarpun busku nanti kurang penumpang, nanti aku daftar jadi suplayer snack di bandara aja kalau gitu, cemana?” pungkas Poltak yang akhirnya ikut tertawa pasrah menerima arus kemajuan zaman. (*)

Tags: BurasLion AirMabuk Daratselamat datangSelamat Tinggal
ShareTweet
Next Post
Miris…! Keponakan Terpaksa Pindahkan Makam Paman-Bibiknya Demi Akhiri Konflik Warisan

Miris...! Keponakan Terpaksa Pindahkan Makam Paman-Bibiknya Demi Akhiri Konflik Warisan

Discussion about this post

Recommended

Persaingan Ketat, 71 Pendaftar Polri di Padangsidimpuan Lolos Verifikasi Tahap Awal

Persaingan Ketat, 71 Pendaftar Polri di Padangsidimpuan Lolos Verifikasi Tahap Awal

1 bulan ago
Nasib Nakes Honorer Tidak Jelas, Pelayanan Kesehatan Berpotensi Kolaps

Komisi II DPR Desak Pemerintah Beri Kepastian Nasib Tenaga Honorer

3 tahun ago

Popular News

  • Lion Air akan Buka Penerbangan Rute Medan-Madina dan Madina-Padang

    Lion Air akan Buka Penerbangan Rute Medan-Madina dan Madina-Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dr. Mara Samin Lubis Dilantik Jadi Ketua STAIN Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Miris…! Keponakan Terpaksa Pindahkan Makam Paman-Bibiknya Demi Akhiri Konflik Warisan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Salah Perencanaan Anggaran, Tukin dan Serdos STAIN Madina Terancam Tak Cair 9 Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Update Nama-nama Korban Tabrakan Maut Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026