Panyabungan, StartNews Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Ir. H. Akbar Tanjung cerita panjag lebar pentingnya kerja keras kader dalam membesarkan partai agar tujuan-tujuan bersama yang disepakati dapat tercapai.
Kehadiran legenda hidup partai berlambang pohon beringin itu di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di Jl. Willem Iskander, Kelurahan Pidoli Dolok, Panyabungan, Madina, Sumut, Jumat (2/6/2023) dalam rangka memacu semangat kader untuk memenangkan Partai Golkar pada Pemilu 2024.
Ketua Umum Partai Golkar periode 1997-2004 menceritakan beragam pengalaman yang telah dia lalui, sejak meniti karier sampai terpilih menjadi ketua, termasuk menentang upaya pembubaran Partai Golkar oleh Presiden Gus Dur pada rentang 2000-2001.
Saya saat itu sebagai ketua umum Partai Golkar. saya kirim surat ke Mahkamah Agung untuk minta fatwa hukum atas dekrit atau maklumat pembubaran DPR dan Partai Golkar, katanya yang hadir didampingi Baharuddin Aritonang, Chairuman Harahap, dan putri pertama Akbar, Fitri Krisnawati Tanjung.
Pendiri KNPI itu menuturkan, jabatan yang dia emban baik di pemerintahan maupun di partai politik tidak diperoleh dengan mudah. Melainkan melalui perjalanan panjang dengan berbagai dinamika.
Saya masih ingat, saat itu menjelang pemilu kedua di masa Orde Baru. Saya disiapkan sebagai calon anggota DPR dari Jawa Timur. Sebagai anak baru di partai, saya dikasih nomor 25, ujarnya.
Dengan nomor tersebut, jelas Akbar Tanjung, Partai Golkar harus berhasil minimal meraih 25 kursi dari Jawa Timur agar dia bisa duduk di parlemen.
Saya berkeliling di seantero Jawa Timur, hadir di tengah-tengah masyarakat. Sosialisasi tak lelah dari satu kabupaten ke kabupaten lain. Kerja keras untuk mencapai tujuan duduk di DPR, ujarnya.
Akbar mengungkapkan, Partai Golkar saat itu berhasil meraih 32 kursi dengan demikian akan ada 32 wakil rakyat yang akan duduk di parlemen dari Provinsi Jawa Timur. Tentu saya sebagai caleg nomor 25 termasuk yang terpilih, jelasnya.
Untuk itu, mantan menteri Sekretaris Negara ini berpesan kepada bakal calon legislatif, fungsionaris, dan kader Partai Golkar di Madina agar tak lelah bekerja dalam memenangkan partai. Tujuan itu dicapai dengan kerja keras, pesannya.
Akbar menuturkan, organisasi dibentuk dengan tujuan tertentu. Sama halnya dengan Partai Golkar yang bertujuan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Maka dari itu, Partai Golkar harus menyiapkan pemimpin dan calon legislatif yang berpendidikan juga paham ideologi partai, yakni Pancasila sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, pungkasnya.
Reporter: Rls





Discussion about this post