DPP PKB membentuk organisasi Sinergi Aksi Kepedulian Bangsa (SIGAB Bangsa), lembaga sosial kebencanaan yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
Panyabungan, StartNews – Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) membentuk lembaga baru bernama Sinergi Aksi Kepedulian Bangsa atau SIGAB Bangsa yang berfokus pada penanganan kebencanaan dan kepedulian sosial.
Pembentukan lembaga itu diungkapkan oleh Ketua BNNCA dan Bidang Sosial DPP PKB Marwan Dasopang dalam acara syukuran dan konsolidasi di Kantor DPC PKB Mandailing Natal (Madina), Aek Galoga, Panyabungan, Sabtu (1/8/2026).
Marwan Dasopang, yang akrab disapa Mardas, menjelaskan lembaga sosial ini dirancang sedemikian rupa agar bersifat inklusif. Pendekatan ini sengaja dilakukan agar masyarakat luas yang bukan merupakan kader partai tetap merasa nyaman untuk bergabung dan berkontribusi bersama dalam urusan kemanusiaan.
“Sekarang saya sudah mendirikan satu lembaga yang akan menjadi bagian lembaga di DPP, SIGAB Bangsa. Kita mau kelompok-kelompok ini nanti tidak terlihat PKB-nya, supaya orang lain yang belum PKB oke masuk di dalamnya,” ujar Mardas di hadapan para kader dan pengurus PKB Madina.
Lebih lanjut, Mardas mengatakan langkah konkret organisasi ini telah berjalan, dimulai dari pendirian dan pelatihan kader di Jakarta. Sebagai tindak lanjut untuk memperluas jangkauan gerakan, dia dijadwalkan melantik kepengurusan setingkat distrik di Padangsidimpuan yang ditugaskan secara khusus untuk mengoordinasikan penanganan wilayah Sumatera.
“Gerakan ini akan banyak melibatkan relawan lokal yang memiliki keberanian dan dedikasi tinggi, termasuk para pemuda di daerah tersebut, untuk mencari bantuan serta menangani langsung situasi kebencanaan,” kata Mardas.
Dalam momentum konsolidasi itu, Mardas juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus baru DPC PKB Madina agar menjadikan momentum ini sebagai langkah untuk memperkuat sinergi dengan berbagai elemen pendidikan Islam, seperti guru pesantren dan madrasah.
Dia mengatakan penyelesaian urusan kemasyarakatan akan selalu berdampak positif terhadap arah perjuangan PKB.
Mardas juga menginstruksikan para kader di tingkat struktur DPC maupun fraksi agar turun langsung menjadi pelayan masyarakat yang proaktif, khususnya kepada kalangan pelestari tradisi ahlu sunnah wal jamaah. Dia meminta para kader tidak pasif dan tidak selalu menunggu undangan formal dari masyarakat.
“Sebagai pelayan, kembali lagi ke awal bahwa ini adalah masyarakat ahlu sunnah wal jamaah. Maka itu, semua yang namanya memegang teguh ahlu sunnah wal jamaah didatangi. Jangan tunggu diundang, didatangi satu-satu,” tegasnya.
Pada akhir penyampaiannya, Mardas mengingatkan kehadiran nyata di lapangan menjadi kunci memenangkan hati rakyat. Meskipun kader mungkin tidak selalu bisa memberikan solusi instan atas setiap permasalahan warga, kehadiran dan kesediaan untuk mendengar serta memperjuangkan aspirasi masyarakat sudah menjadi pengobat hati tersendiri bagi masyarakat.
Reporter: Sir





Discussion about this post