• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ikuti saluran StartNews.co.id di WhatsApp

Terang di Pelosok, Gelap di Perkotaan

Penulis: Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

by Redaksi
Minggu, 26 Juli 2026
0 0
0
Terang di Pelosok, Gelap di Perkotaan

Ilustrasi.

ADVERTISEMENT

ASAP kretek mengepul tebal di langit-langit Warung Kopi Mandailing yang terletak persis di pusat kota Panyabungan, Mandailing Natal. Siang itu, deru becak motor di luar kalah riuh dengan perdebatan di meja sudut. Segelas kopi mandailing hitam pekat, teh manis dingin, dan piring berisi pisang goreng menjadi saksi bisu adu mulut empat lelaki dengan latar belakang yang saling bertolak belakang.

“Paten kali kulihat berita Pemkab Madina ini, Lae. Hari Kamis kemarin tanggal 23, Pak Bupati H. Saipullah Nasution baru aja nyalakan listrik secara simbolis di Desa Patialo. Akhirnya warga sana nggak perlu lagi pakai kincir air swadaya. Targetnya, 2027 nanti krisis energi dan keterisolasian digital tuntas. Cemana menurut kalian?” buka Togar, sang Wartawan, melempar umpan pancingan sambil mengetuk-ngetuk bolpoinnya ke meja.

Togar ini kritis, tajam, pro-rakyat, dan selalu membawa buku catatan kecil. Bicaranya lugas dan provokatif khas jurnalis lapangan.

“Alhamdulillah lah itu, Gar. Awak yang dari pelosok ini bersyukur kali. Tapi kalau dipikir-pikir, sedih juga nengoknya. Bulan depan negara kita ini udah mau merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-81, tapi baru sekarang kampung kami ngerasain terang. Lapan puluh satu tahun merdeka, bah! Selama ini kemana aja rupanya negara?” sahut Tulang Rambe, sang petani, tersenyum kecut sambil membetulkan letak sarung yang melingkar di lehernya.

Tulang Rambe ini petani dari desa terisolasi. Dia itu lugu namun menyimpan kegetiran. Wajahnya keras karena bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan. Bicaranya pelan tapi menohok, mewakili suara rakyat jelata yang sudah terlalu lama diabaikan.

“Eits, jangan gitu kau, Tulang. Pemerintah ini kan kerja pakai proses dan prosedur, bukan tukang sulap. Dari 23 desa yang belum masuk listrik dan 44 desa blank spot, targetnya kelar di 2027. Tanggal 25 kemarin pas acara bareng Garuda TV di Muara Soro, Pak Sekda Afrizal Nasution juga udah tegaskan. Dari 22 desa di 7 kecamatan yang diusulkan, 8 desa dieksekusi tahun 2026 ini. Masuknya PLN ke Patialo itu pun sempat tertunda gara-gara bencana hidrometeorologi bulan November 2025 lalu. Jadi, ada faktor alam juga, Lae,” jelas Pak Hasibuan, sang PNS, membela instansinya dengan nada tertata, menyeruput teh manisnya perlahan.

Pak Hasibuan ini PNS Pemkab Madina. Dia orangnya birokratis, optimis, sering menggunakan istilah teknis pemerintahan. Tugasnya selalu berusaha menetralkan suasana dan membela program pemerintah, meski kadang kewalahan menjawab fakta lapangan.

Gelas kopi dihempaskan agak keras ke meja. Kuahnya sedikit meluber.

“Halah, masuk listrik pun buat apa kalau kerjanya byar-pet tiap hari? Kau catat ini di mediamu, Gar! Kalian ngomongin keadilan energi di pelosok, awak di pusat kota Panyabungan ini malah pening kepala! Listrik PLN di Madina ini macam orang minum obat, tiga kali sehari matinya! Kadang mendadak jeglek! Rusak semua mesin fotokopi sama kulkas pendingin minumanku di ruko! Kalau udah jebol gini alat elektronik awak, siapa rupanya yang mau tanggung jawab? PLN mau ganti rugi? Pemkab mau bayar? Nggak ada ceritanya itu!” potong Ucok, sang pengusaha UMKM, urat lehernya menegang menahan emosi.

Ucok ini pengusaha percetakan dan warung kelontong. Praktis, emosional, dan berorientasi pada untung-rugi. Sangat frustrasi dengan buruknya kualitas pelayanan public, karena langsung memukul kantongnya.

“Nah, itu dia poinnya, Lae Ucok. Pak Camat Kotanopan, Enda Mora Lubis, memang bangga bilang anak-anak sekarang udah bisa belajar di malam hari. Tokoh masyarakat macam Muhammad Jamil Lubis juga apresiasi. Tapi, apa artinya infrastruktur dasar kalau kualitas pelayanannya bobrok? Jangan sampai meresmikan tiang listrik cuma jadi ajang seremonial, tapi praktiknya menyiksa warga dengan tegangan yang nggak stabil,” timpal Togar, matanya berbinar mendapatkan angle berita yang tajam.

“Isu byar-pet itu urusan teknis PLN, Lae. Pemerintah daerah kan tugasnya membuka akses. Pak Sekda Afrizal kemarin usai peresmian langsung meninjau pelaku UMKM di Kotanopan. Pemerintah mau menyerap kendala warga, bantuin masalah permodalan dan perluasan akses pemasaran produk paska listrik masuk. Harapannya ekonomi kerakyatan kuat di tengah sulitnya zaman sekarang,” jawab Pak Hasibuan, mulai berkeringat dan tampak defensif membedakan porsi kerja Pemda dan BUMN.

“Makanya, buktikanlah cakap manis Pak Sekda itu! Katanya mau bantu permodalan UMKM. Modalin dulu kulkas awak yang rusak gara-gara listrik mati-hidup mati-hidup ini, baru paten! Keadilan energi apanya, energi bikin emosi, iya!” gerutu Ucok, kembali menyalakan sebatang rokok untuk meredakan kesalnya.

“Betul kata si Ucok itu, Pak Hasibuan. Biarpun kami bersyukur kali desa kami udah terang dan bentar lagi internet mau masuk, tapi tolonglah sampaikan sama orang PLN itu. Jangan sering-sering dimatikan lampu kami nanti. Pening kepala awak nengok bola lampu kedap-kedip macam lampu disko. Elektronik orang kota aja rusak, apalagi tivi tabung kreditanku di kampung,” tutup Tulang Rambe, diiringi tawa sinis seisi warung yang menertawakan ironi di tanah kelahiran mereka.

Togar tersenyum puas. Di layar ponselnya, headline berita untuk esok pagi sudah terpampang jelas di kepalanya: Merdeka 81 Tahun, Desa di Madina Baru Terang, Listrik Kota Masih Sering Padam: Siapa Tanggung Jawab? (*)

Tags: BurasGelapPelosokPerkotaanTerang
ShareTweet

Discussion about this post

Recommended

Bupati Batubara Bersinergi Tingkatkan Kinerja Ekspor Pertanian

Bupati Batubara Bersinergi Tingkatkan Kinerja Ekspor Pertanian

5 tahun ago
Jadi Narasumber Bimtek, Kajari Madina Dinilai Pilih Kasih

Jadi Narasumber Bimtek, Kajari Madina Dinilai Pilih Kasih

3 tahun ago

Popular News

  • Polisi Tangkap Mobil Pengangkut Rokok Ilegal Tujuan Padangsidimpuan dan Madina

    Polisi Tangkap Mobil Pengangkut Rokok Ilegal Tujuan Padangsidimpuan dan Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Baksos Bakal Warnai HUT ke-5 Komunitas Pecinta Toyota Fortuner Sumut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batal Kuliah Kedokteran di China, Santri Ini Malah Dapat Beasiswa di Amerika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4.843 Warga Tapanuli Tengah Masih Mengungsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tapsel Dorong Transformasi Mustahik Jadi Muzakki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2026

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2026