Empat mahasiswi KPI STAIN Madina memborong juara kompetisi literasi digital Madina. Bukti kuat integrasi teori dan praktik komunikasi digital kampus.
Panyabungan, StartNews – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN Mandailing Natal (Madina) membuktikan efektivitas kurikulum berbasis praktik dengan meloloskan empat mahasiswinya sebagai juara pada ajang kompetisi konten literasi tingkat Kabupaten Madina di Aula Gedung Terpadu STAIN Madina, Panyabugan, Selasa (22/7/2026).
Pencapaian tersebut diraih oleh Nafisa Zahara yang menyabet Juara II kategori Konten Kreatif Literasi Bookstagram “Review Buku: Filosofi Teras”. Sementara tiga mahasiswi lainnya, yakni Nurul Asifah, Sri Wahyuni, dan Widya Putri Andini, sukses membawa pulang penghargaan Video Favorit pada Lomba Video Konten Literasi.
Ajang tahunan itu diadakan atas kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madina bersama UPT Perpustakaan STAIN Madina.
Piala dan sertifikat diserahkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Madina Khoirunnisa sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap kontribusi mahasiswa dalam mengampanyekan budaya membaca lewat media sosial.
Ketua Program Studi KPI STAIN Madina Dede Hafirman Said mengatakan keberhasilan para mahasiswi ini merupakan indikator keberhasilan pola pembelajaran yang menyelaraskan teori komunikasi dengan kebutuhan industri kreatif digital saat ini.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa KPI mampu mengimplementasikan ilmu yang dipelajari menjadi karya yang bermanfaat dan diakui oleh masyarakat. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi di berbagai ajang kompetisi,” kata Dede.
Senada dengan Dede, Sekretaris Program Studi KPI Hafsah Juni Batubara mengatakan kemampuan menyusun narasi edukatif yang adaptif di media sosial menjadi standar kompetensi yang terus ditanamkan kepada mahasiswa. Keberhasilan ini makin mempertegas komitmen Prodi KPI STAIN Madina dalam melahirkan komunikator muda yang adaptif, profesional, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Reporter: Sir





Discussion about this post