Kebakaran mobil Mitsubishi Kuda di SPBU Aek Galoga Madina membongkar modus lansir BBM subsidi menggunakan mesin pompa dan belasan jeriken tersembunyi.
Panyabungan, StartNews – Sebuah mobil Mitsubishi Kuda bernomor polisi BA 1973 SH terbakar saat melakukan pengisian bahan bakar di SPBU 15.229.111 Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Insiden ini secara tidak sengaja membongkar praktik dugaan penyalahgunaan dan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang marak dikeluhkan warga belakangan ini.
Api yang sempat membesar berhasil dipadamkan oleh petugas SPBU dengan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga tidak sampai merembet ke pompa pengisian atau memicu ledakan besar, meski seorang petugas dilaporkan mengalami luka bakar saat menjinakkan api.
Kecurigaan petugas dan kepolisian terbukti saat memeriksa bangkai kendaraan pasca-kebakaran. Polisi menemukan 15 jeriken, enam di antaranya sudah terisi Pertalite, lengkap dengan satu unit mesin pompa penyedot di dalam kabin mobil.
Pemilik kendaraan langsung melarikan diri dari lokasi sesaat setelah api muncul. Dia meninggalkan mobil modifikasi yang diduga digunakan untuk aktivitas pelangsiran BBM secara ilegal tersebut.
Polsek Panyabungan bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Madina telah mengamankan barang bukti serta rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk melacak identitas pelaku.
Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy mengatakan pihaknya berkomitmen mengusut motif dan jaringan di balik temuan alat lansir di dalam mobil yang terbakar tersebut.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan,” ujar AKBP Bagus Priandy, dilansir antaranews.com.
Temuan modus lansir menggunakan mesin pompa ini menjadi sorotan di tengah keresahan masyarakat Madina yang dalam beberapa pekan terakhir terganggu oleh antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU.
Kondisi kelangkaan di lapangan diduga kuat dipicu aksi pengisian berulang oleh spekulan untuk dijual kembali dengan harga eceran yang lebih tinggi. Sementara manajemen SPBU Aek Galoga masih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan tidak akan menoleransi kecurangan sistem distribusi. Pertamina memastikan pasokan BBM ke Madina sebenarnya berada dalam kondisi normal dan berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas, mulai dari pembinaan hingga pemutusan kerja sama, jika hasil investigasi kepolisian membuktikan adanya keterlibatan atau kelalaian dari pihak SPBU.
Reporter: Sir





Discussion about this post