Mahasiswa KKN Kelompok 25 STAIN Madina dan NNB Tar Sihoda Hoda Palas membangkitkan kesadaran spiritual warga melalui aksi gotong-royong membersihkan masjid dan makam.
Palas, StartNews – Kelompok pemuda Naposo Nauli Bulung (NNB) bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (TAIN Madina) menggebrak kesadaran spiritual dan sosial warga melalui aksi gotong-royong membersihkan Masjid Nurul Iman serta kompleks pemakaman umum di Desa Tar Sihoda Hoda, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padanglawas (Palas).
Berbeda dari program kerja seremonial pada umumnya, kolaborasi ini sengaja membidik dua ruang sakral desa—pusat ibadah dan tempat peristirahatan terakhir—sebagai instrumen untuk memicu kembali urat nadi budaya gotong-royong warga yang mulai mengendur akibat arus individualisme modern.
Sejak pagi hari, puluhan mahasiswa, pengurus NNB, dan warga setempat melebur tanpa sekat pembatas. Dengan membawa peralatan kebersihan, mereka bahu-membahu membersihkan tempat wudu, merapikan halaman masjid, hingga membabat semak belukar yang sempat menutup beberapa area makam leluhur desa.

Ketua NNB Desa Tar Sihoda Hoda mengatakan proyek sosial ini merupakan fondasi penting dalam membangun karakter pemuda desa yang tidak boleh melupakan akar tradisi serta spiritualitasnya.
“Kami percaya kemajuan desa tidak selalu dimulai dari program-program besar. Kepedulian terhadap lingkungan, rumah ibadah, dan tempat peristirahatan terakhir para pendahulu merupakan fondasi yang tidak boleh diabaikan. Kehadiran adik-adik KKN memberi energi baru bagi kami untuk terus menghidupkan semangat gotong-royong sebagai warisan yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Dia juga mengatakan sinergi kaum terpelajar dan pemuda lokal ini diharapkan tidak berhenti pada aksi kebersihan saja, melainkan berlanjut pada program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan keagamaan yang lebih menyentuh kebutuhan rill di Desa Tar Sihoda Hoda.
Sementara perwakilan KKN Kelompok 25 STAIN Madina menjelaskan pemilihan lokasi pada masjid dan pemakaman memiliki pesan moral. Masjid dipandang sebagai pusat peradaban sosial warga. Sedangkan makam merupakan pengingat historis atas jasa para pendahulu desa yang wajib dihormati.
Reporter: Rls





Discussion about this post