Demam Piala Dunia dan semangat kemerdekaan berpadu di Desa Mompang Julu. Lewat turnamen sepak bola antar-lorong, warga merajut persaudaraan sekaligus membentengi pemuda dari bahaya narkoba.
Panyabungan, StartNews – Sorak-sorai penonton pecah di pinggir lapangan Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jumat (10/7/2026). Demam Piala Dunia yang tengah berlangsung di kancah global rupanya menular hingga ke pelosok desa ini.
Bukan sekadar menonton dari layar kaca, warga merayakannya dengan menggelar kompetisi nyata bertajuk ‘Turnamen Sepak Bola Parlopo Cup’ yang mempertemukan tim-tim tangguh antar-lorong.
Di balik keriuhan dan semangat kompetisi, turnamen ini membawa misi yang jauh lebih besar daripada sekadar mengangkat trofi.

Kepala Desa Mompang Julu Dedi Andri Hasibuan mengungkapkan, ajang ini merupakan inisiatif untuk menyelamatkan generasi muda. Euforia Piala Dunia dan semarak menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengalihkan perhatian para pemuda pada kegiatan positif.
Dedi meyakini olahraga yang menguras keringat dan membutuhkan kerja sama tim ini menjadi salah satu upaya paling efektif untuk menjauhkan masyarakat dari ancaman bahaya narkoba, sekaligus mempererat jalinan silaturahmi antar-warga.
Dukungan juga mengalir dari Camat Panyabungan Utara Mizar Hasibuan, yang hadir langsung membuka acara tersebut. Dia mengapresiasi para donatur dan jajaran panitia yang dimotori oleh Parlopo Cup.
Dalam sambutannya, Mizar menitipkan pesan mengenai kebersamaan dan sportivitas kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Mari kita jadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat silaturrahmi dan tetap saling menjaga kondusivitas selama pertandingan ini,” ujarnya.
Laga pembuka turnamen ini berlangsung meriah dengan mempertemukan tim OCM Madina Cup melawan Legend 40 Mompang Julu dan Kesebelasan Parlopo Cup.
Keringat yang bercucuran di lapangan hijau hari itu menjadi bukti sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan bahasa universal yang mampu menyatukan seluruh elemen desa dalam satu perayaan kebersamaan yang sehat dan bermartabat.
Reporter: Agus Hasibuan





Discussion about this post