Lelang jabatan eselon II Pemkab Tapsel menyisakan tanda tanya besar setelah posisi Sekretaris DPRD (Sekwan) dinyatakan kosong tanpa satu pun peserta yang lulus seleksi.
Tapsel, StartNews – Panitia seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mengumumkan tiga nama terbaik untuk mengisi 11 lowongan eselon II. Namun, secara mengejutkan posisi Sekretaris DPRD (Sekwan) karena tidak ada satu pun peserta yang dinyatakan lulus.
Kekosongan itu memaksa Sekretariat Dewan kembali dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt). Sementara teka-teki mengenai standar kelulusan atau minat aparatur sipil negara terhadap posisi tersebut kini menjadi sorotan.
Ketua panitia seleksi yang juga menjabat Sekretaris Daerah Tapsel Sofyan Adil Siregar mengatakan hasil yang diumumkan merupakan akumulasi seluruh rangkaian ujian ketat yang telah dilalui para peserta.
“Ya, ini hasil seleksi tahap penulisan makalah, kompetensi manajerial atau assesment test, persentase dan wawancara,” kata Sofyan Adil Siregar, Jumat (3/7/2026).
Berdasarkan keputusan panitia, posisi penting di berbagai dinas telah memiliki kandidat yang disusun berdasarkan urutan alfabet untuk kemudian dipilih salah satu oleh pejabat pembina kepegawaian.
Untuk kursi Asisten I, persaingan menyisakan Akhmad Fikhri, Taufik Rahmadani Lubis, dan Yohanes AP. Sementara posisi Kepala Badan Kesbangpol diperebutkan oleh Dody Kurniawan, Muhammad Yusuf, dan Sugeng Priono Siregar, serta Dinas Pertanian diisi oleh Asrul Ali Siregar, Muhammad Taufik Batubara, dan Taufik Rahmadani Lubis.
Selanjutnya, nama Akhmad Sani Harchan, Ambia, dan Sugeng Priono Siregar bersaing untuk posisi Kepala Dinas Kominfo. Pada Dinas Perdagangan, perebutan terjadi antara Mara Tinggi dan Yohanes AP. Sedangkan Dinas Perhubungan diisi oleh Abdul Mujahid Fadhil Harahap, Dody Kurniawan, dan Hamonangan. Untuk posisi Kepala Dinas Sosial, kandidat yang lolos adalah Akhmad Fikhri, Hamonangan, dan Muhammad Yusuf.
Dinas Pariwisata menyisakan nama Ilyas Pasaribu dan Zulfan Hamidi. Pada Dinas Lingkungan Hidup, persaingan diisi oleh Asrul Ali Siregar, Mona Karlina Pasaribu, dan Muhammad Taufik Batubara. Posisi Kepala Dinas Kependudukan dan Capil menyisakan Akhmad Sani Harchan, Ambia, dan Farwis Rizky, serta Dinas Ketenagakerjaan memunculkan nama Bonardo Amudinta Parluhutan Marpaung, Mara Tinggi, dan Padot.
Kendati nama-nama tersebut sudah mencuat ke publik, panitia menegaskan urutan pengumuman sama sekali tidak mencerminkan peringkat nilai tertinggi dari para kandidat. Hal ini dilakukan demi menjaga objektivitas dan independensi proses hak prerogatif kepala daerah dalam menentukan pilihan akhir.
“Itulah nama-nama yang lulus seleksi. Ingat ya, penyusunan nama-nama yang diumumkan ini disesuaikan abjad, bukan berdasarkan perolehan nilai,” kata ketua panitia seleksi.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post