Pemkab Madina bidik investasi skala besar lewat kolaborasi Kadin Pusat dan PT SMGP di PRSU ke-50, manfaatkan hilirisasi Kopi Mandailing hingga Gordang Sambilan.
Medan, StartNews – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggeser paradigma pameran daerah dengan memanfaatkan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 sebagai batu loncatan untuk menarik investasi skala besar melalui hilirisasi produk lokal.
Tidak sekadar memajang komoditas, Paviliun Madina menyajikan strategi kolaborasi antara pemerintah, korporasi energi, dan jaringan pengusaha nasional guna mendorong produk unggulan seperti kopi Mandailing, amak lampisan, hingga labu jipang naik kelas ke pasar global.
Untuk mempertegas komitmen itu, Pemkab Madina menggandeng PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Pusat. Momentum emas setengah abad PRSU yang dibuka pada Jumat (3/7/2026) malam ini menjadi titik balik bagi Madina untuk tidak lagi berjalan sendiri dalam membina pelaku usaha di daerah.
Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengatakan seluruh potensi yang dipamerkan di paviliun, mulai dari pangan lokal hingga seni budaya Gordang Sambilan, merupakan bukti kekuatan ekonomi daerah yang siap dikembangkan secara industri.
Menurut dia, kehadiran figur nasional menjadi kunci penting dalam memperluas jejaring pasar UMKM Madina agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Apa yang kita tampilkan di PRSU ke-50 menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung. Untuk menunjukkan bahwa Madina adalah daerah yang berpotensi untuk dikembangkan, baik dari sisi UMKM maupun pertanian. Ivan Iskandar Batubara merupakan tokoh nasional yang menjabat di Kadin Pusat. Beliau sangat memperhatikan UMKM di Kabupaten Madina. Tentu beliau akan membantu mengoptimalkan potensi yang ada di daerah kita,” ujar Saipullah saat meninjau paviliun.
Senada dengan hal itu, tokoh nasional sekaligus perwakilan Kadin Pusat, Ivan Iskandar Batubara, mengapresiasi transformasi produk Madina yang kini tidak lagi sekadar menjual bahan mentah. Dia melihat adanya lompatan kualitas yang membuat Madina menjadi wilayah yang potensial bagi para investor.
“Produk Madina sudah semakin hilir, nilai tambahnya sudah ada. Melalui PRSU ini merupakan titik terang. Kedepan, Madina menjadi daerah yang ramah bagi investasi,” kata Ivan optimistis.
Sinergi itu juga mendapat pengawalan dari jajaran eksekutif dan legislatif daerah. Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi mengibaratkan paviliun tersebut sebagai representasi fisik dari masa depan Madina yang mandiri secara ekonomi.
Sementara Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis memastikan legislatif akan terus memberikan payung regulasi dan dukungan penuh terhadap model kolaborasi lintas sektor ini demi kesejahteraan masyarakat Madina.
Reporter: Sir





Discussion about this post