Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu memanfaatkan seleksi kepala sekolah (BCKS) 2026 sebagai instrumen penerapan sistem meritokrasi demi mengikis rapor merah siswa buta huruf.
Tapsel, StartNews – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu berkomitmen membersihkan dunia pendidikan dari praktik formalitas jabatan dengan menerapkan sistem manajemen talenta dan meritokrasi secara ketat pada Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026.
Kebijakan itu strategi pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan dan mengikis habis persoalan mendasar pendidikan, seperti temuan siswa jenjang tertentu yang terbukti masih belum mampu membaca, menulis, dan berhitung (calistung) dengan baik di Tapsel.
Saat menghadiri seleksi di Aula SMK Negeri 2 Padangsidimpuan pada Rabu (24/6/2026), Gus Irawan menyatakan ketertinggalan literasi siswa merupakan tantangan yang akarnya harus dibenahi dari pucuk pimpinan sekolah.
Itu sebabnya, kata dia, hasil seleksi yang diikuti 250 guru jenjang SD dan SMP ini akan menjadi satu-satunya indikator kelayakan objektif guna melahirkan kepala sekolah yang visioner dan kompeten, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif.
“Posisi kepala sekolah sangat penting. Maju-mundurnya sekolah sangat ditentukan oleh kepala sekolah. Karena itu, proses seleksi ini harus dijalani dengan sungguh-sungguh dan tidak boleh dianggap sebagai formalitas semata,” kata Gus Irawan di hadapan para peserta, pengawas, dan perwakilan Dinas Pendidikan.
Gus Irawan mengatakan penempatan jabatan berbasis kompetensi dan integritas ini beriringan dengan komitmen Pemkab Tapsel dalam mendukung program nasional, termasuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat serta usulan Sekolah Nasional Terintegrasi.
Dia mengatakan keberhasilan pembangunan daerah jangka panjang bergantung pada mutu pendidikan yang mereka hasilkan saat ini untuk menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita ingin kepala sekolah yang terpilih adalah yang paling berkompeten dan paling layak memimpin sekolah. Saya berharap seluruh peserta mengikuti seleksi ini dengan serius dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” katanya.
Arah baru kebijakan penataan kepala sekolah berbasis meritokrasi ini mendapat sambutan positif dan pengawalan dari pemerintah pusat.
Perwakilan Direktorat KSPSPK Kemendikdasmen RI Karima Putri mengapresiasi ketegasan Pemkab Tapsel dan melaporkan jalannya ujian sejak hari pertama pada 23 Juni hingga berakhir pada 25 Juni 2026 menunjukkan komitmen tinggi dari para guru.
“Kami melihat semangat yang luar biasa dari seluruh peserta. Bahkan, hingga waktu pelaksanaan hampir selesai, para peserta tetap fokus mengerjakan seluruh tahapan seleksi. Ini menunjukkan keseriusan mereka untuk menjadi kepala sekolah yang berkualitas,” kata Karima.
Reporter: Lily Lubis





Discussion about this post