PERAYAAN Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hari ini, 2 Mei 2026, benar-benar terasa beda dan penuh semangat. Suasananya nggak cuma formalitas upacara saja, tapi berubah jadi panggung kebanggaan buat anak-anak kita menunjukkan bakat hebat mereka.
Di tengah keramaian itu, ada sosok Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, yang kelihatan banget tulus dan pedulinya sama masa depan generasi muda di Madina.
Pas acara selesai, panggung langsung ramai sama aksi pantomim, olah vokal, dongeng, sampai tarian daerah yang bikin semua tamu undangan terpukau.
Yang bikin kita salut, Atika nggak cuma duduk manis di kursi undangan. Dia sampai turun langsung buat berinteraksi, ngajak ngobrol siswa-siswi SD dan SMP itu, nanya gimana capeknya mereka latihan, bahkan asyik ngerekam penampilan mereka pakai HP pribadinya.
Kelihatan banget kalau wakil bupati bangga dan terkesan sama kreativitas anak-anak Madina yang ternyata kualitasnya keren banget dan nggak kalah saing.
Atika juga menegaskan kalau aksi anak-anak ini bukan cuma hiburan lewat doang. Pemkab Madina sudah berkomitmen untuk terus mendampingi dan membina bakat-bakat alami ini secara berkelanjutan. Tujuannya jelas, supaya anak-anak kita makin pede (percaya diri) dan bisa meraih juara sampai tingkat provinsi.
Atika pengen anak-anak merasa kalau latihan keras mereka selama ini ada hasilnya dan didukung penuh oleh pemerintah. Semangat kayak gini nih yang kita butuhkan biar anak-anak makin semangat buat berprestasi.
Nggak cuma soal seni dan kreativitas, Atika juga bawa kabar baik soal kualitas pendidikan secara umum. Dia bilang kalau sekarang kesenjangan antara sekolah di kota dan di desa di Madina sudah mulai menipis. Semuanya diupayakan biar makin rata kualitasnya. Jadi, anak-anak di desa pun bisa dapat mutu pendidikan yang sama bagusnya dengan yang di kota.
Atika juga paham kalau pendidikan yang oke itu harus sejalan sama kesejahteraan guru dan fasilitas yang memadai. Selama anggaran ada dan memang dibutuhkan, pemerintah bakal terus dorong pemerataan ini demi asas keadilan bagi seluruh siswa.
Satu lagi yang bikin kita makin apresiasi terkait perhatian wakil bupati soal karakter dan teknologi. Di zaman yang serba canggih sekarang, Atika nggak mau anak-anak Madina cuma pintar main gadget, tapi lupa sama budaya sendiri. Wakil bupati pengen nilai-nilai budaya dan adat istiadat tetap dijaga biar anak-anak kita punya identitas yang kuat.
Selain itu, Atika juga ingetin para guru buat terus bimbing siswa dalam memakai teknologi supaya nggak salah arah. Sekolah di Madina diharapkan bukan cuma tempat cari ilmu, tapi juga tempat ngebentuk akhlak yang mulia.
Terima kasih buat Ibu Wakil Bupati atas perhatian dan komitmennya yang luar biasa. Semoga dukungan ini terus konsisten, biar makin banyak talenta hebat yang lahir dari Bumi Gordang Sambilan, yang tentunya pendidikan kita makin maju kedepannya. Kita tunggu aksi-aksi nyata selanjutnya buat kemajuan anak didik kita semua. (*)





Discussion about this post