• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 1, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

Mencari Kebenaran di Bawah Kitab Suci, Babak Baru Sengketa Politik Madina

by Redaksi
Jumat, 23 Januari 2026
0 0
0
Dilema Aktivitas Tambang Emas Ilegal

Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

ADVERTISEMENT

PERSETERUAN antara Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution dengan Tim Gordang Sambilan Center (TGSC) kini memasuki fase yang tidak biasa dalam dinamika politik lokal kita. Konflik yang bermula dari silang sengketa mengenai hutang politik pasca-Pilkada ini tidak lagi bergulir di meja penyidik kepolisian, tetapi kini ditarik ke ranah keyakinan paling personal melalui tantangan sumpah secara agama Islam.

Tantangan yang dilontarkan oleh Ketua TGSC Miswaruddin Daulay agar Bupati Saipullah bersumpah di bawah kitab suci untuk membuktikan ada tidaknya hutang tersebut, merupakan sebuah fenomena menarik.

Secara hukum, sumpah agama atau yang sering disebut mubahalah dalam konteks tertentu, memang tidak memiliki nilai pembuktian materiil dalam sistem peradilan pidana kita. Namun, dalam tatanan sosiologis masyarakat Mandailing Natal yang religius, sumpah ini membawa beban moral yang jauh lebih berat daripada sekadar laporan polisi.

Langkah TGSC membawa sengketa ini ke ranah religi menunjukkan bahwa kedua belah pihak kini tengah bertarung di “pengadilan persepsi publik”. Ketika bukti-bukti administratif atau saksi-saksi hukum masih dalam proses pemeriksaan di Polres Madina maupun Polda Sumut, tantangan sumpah agama menjadi alat untuk menguji integritas dan kejujuran di mata rakyat.

Bagi publik, tantangan ini menciptakan dilema moral. Jika bupati menerima tantangan tersebut, berarti dia sedang mempertaruhkan marwah kepemimpinannya di hadapan Tuhan dan manusia. Sebaliknya, jika tantangan ini diabaikan, maka narasi ‘adanya upaya menutupi kebenaran’ yang dibangun oleh TGSC akan semakin liar berkembang di tengah masyarakat.

Namun, kita perlu bersikap jernih. Politik yang berkelindan dengan sumpah agama merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi, ia bisa menjadi jalan pintas mencari kepastian moral ketika jalur hukum dirasa lamban atau buntu. Di lain sisi, ia berisiko mendegradasi kesucian nilai agama menjadi sekadar instrumen taktis untuk memenangkan perdebatan politik.

Kita tentu berharap sengketa ini tidak berlarut-larut hingga mengganggu jalannya roda pemerintahan di Madina. Rakyat membutuhkan pemimpin yang fokus bekerja. Bukan yang energinya terkuras dalam drama sengketa hutang piutang. Proses hukum di kepolisian harus tetap menjadi panglima untuk memberikan kepastian secara konstitusional.

Pada akhirnya, kejujuran menjadi mata uang yang berlaku di mana saja. Jika hukum negara masih membutuhkan waktu untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah, maka pembuktian moral melalui tantangan sumpah ini akan menjadi catatan sejarah tentang bagaimana etika kepemimpinan diuji di Bumi Gordang Sambilan.

Siapa yang berani bersumpah, dialah yang merasa memegang kebenaran. Namun, siapa yang benar-benar jujur, biarlah waktu dan proses hukum yang menjawabnya. (*)

Penulis: Saparuddin Siregar | Pemimpin Redaksi StartNews.co.id

Tags: KebenaranKitab SucimadinaSengketa PolitikSikap Redaksi
ShareTweet
Next Post
Genjot Infrastruktur, Pemprov Sumut Tuntaskan Perbaikan 44,95 Km Jalan Provinsi

Genjot Infrastruktur, Pemprov Sumut Tuntaskan Perbaikan 44,95 Km Jalan Provinsi

Discussion about this post

Recommended

Kelompok Tani di Madina Terima Bantuan Puluhan Alsintan dari Kementan

Kelompok Tani di Madina Terima Bantuan Puluhan Alsintan dari Kementan

1 tahun ago
Sidak Tiga Kantor OPD, Atika Soroti Disiplin Pegawai yang Rendah

Sidak Tiga Kantor OPD, Atika Soroti Disiplin Pegawai yang Rendah

4 tahun ago

Popular News

  • Ini Pengganti Dua Kadis dan Satu Kaban di Pemkab Madina yang Undur Diri

    Ini Pengganti Dua Kadis dan Satu Kaban di Pemkab Madina yang Undur Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala BKPSDM Madina Ungkap Alasan Dua Kadis dan Satu Kaban Undur Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Malapraktik, Keluarga Pasien yang Tangannya Diamputasi Somasi RS Permata Madina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Maryam Damim, Tukang Gubah Masjid dan Gonjong Naik Haji

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pletan Berupaya Mengisi 45 Persen Ceruk Pasar Ikan Lele di Bali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025