Tebingtinggi, StartNews – Jumlah korban tewas dalam kecelakaan maut antara mobil Toyota Avanza dan kereta api di perlintasan Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir, bertambah menjadi sembilan orang. Seluruh korban merupakan satu ikatan keluarga besar yang sedang dalam perjalanan usai menghadiri pesta dan menjenguk kerabat.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Ferry Walintukan mengatakan kesembilan yang meninggal dunia adalah pengemudi mobil. Sebelumnya, sang sopir sempat dievakuasi dalam kondisi kritis ke RS Bhayangkara Tebingtinggi. Namun, nyawanya tidak tertolong setelah menjalani perawatan medis.
“Iya, terbaru satu orang lagi meninggal dunia, yakni pengemudinya (driver). Jadi total korban meninggal dunia menjadi sembilan orang,” ujar Ferry, Kamis (22/1/2026).
Sementara Kepala Desa Mekar Sari Juliadi menjelaskan para korban sedang dalam perjalanan pulang dari Kabupaten Batu Bara setelah menghadiri pesta pernikahan. Sebelum kembali ke rumah, rombongan sempat singgah di Tebingtinggi untuk menjenguk keluarga mereka yang sedang sakit.
“Informasi yang kami terima, mereka berangkat untuk undangan pesta, lalu pulangnya melihat keluarga yang sakit di Tebingtinggi,” kata Juliadi di rumah duka di Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, dilansir detik.com.
Korban tewas terdiri dari Asrah alias Umi Zahara (80), anak-anaknya yaitu Zaitun, Daratul Laila (50), dan Kadir (42). Selain itu, terdapat cucu-cucunya yakni Hafis (7) dan Rafka (6), menantu bernama Devi (41), serta dua kerabat lainnya, Rizal (59) dan Risnawati (57).
Isak tangis keluarga dan warga pecah saat jenazah tiba di rumah duka. Dari sembilan korban, enam di antaranya merupakan warga Desa Mekar Sari. Sementara dua korban lainnya adalah warga Kecamatan Medan Marelan. Pihak desa telah berkoordinasi dengan keluarga untuk proses pemakaman para korban yang dilakukan secara bertahap.
Reporter: Sir





Discussion about this post