• Media Kit
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, Maret 16, 2026
  • Login
Start News
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
  • Home
  • Newsline
  • Madina
  • Sumut
  • Nasional
  • Kabar Desa
  • Figur
  • Hiburan
  • Start TV
  • Start FM
No Result
View All Result
No Result
View All Result

BKSDA Diminta Proaktif Atasi Konflik Harimau dengan Manusia di Kotanopan

by Redaksi
Kamis, 14 November 2024
0 0
0
BKSDA Diminta Proaktif Atasi Konflik Harimau dengan Manusia di Kotanopan
ADVERTISEMENT

Kotanopan, StartNews Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah III Padangsidimpuan diminta proaktif mengatasi konflik harimau dengan manusia di sejumlah desa di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebab, dalam setahun terakhir, harimau di wilayah ini sudah sering masuk ke permukiman warga.

Harapan itu disampaikan Hollad Daulay, tokoh masyarakat Kotanopan, menananggapi keluhan warga terkait seringnya ditemukan jejak harimau di sekitar persawahan dan perkebunan mereka.

Menurut Hollad Daulay, saat ini warga sudah takut melakukan aktivitas di kebun mereka. Jejak harimau sering ditemukan, apalagi di beberapa tempat ditemukan sisa-sisa bekas makan harimau. Hal ini membuat warga takut beraktivitas di tempat usaha mereka. Kalau kondisi ini terus berlangsung, tentunya memengaruhi ekonomi warga.

Hollat berharap BKSDA sebagai instansi yang berwewenang harus mempunyai solusi. BKSDA harus bertindak untuk mengatasi konfilk harimau dengan manusia bisa teratasi. Warga sudah terlalu lama dihantui rasa ketakutan.Terkadang daun- daunan yang jatuh dari pohonnya sudah membuat mereka merasa ketakutan. Apalagi di wilayah Kotanopan dan sekitarnya, rata-rata aktivitas warga berkaitan dengan hutan.

“BKSDA harus turun tangan. Harimau sudah tidak di habitatnya, sudah masuk ke perkebunan warga. Kita tidak ingin kejadian seperti di Desa Hutarimbaru, Kotanopan, harimau terjerat lantas berurusan dengan hukum. BKSDA juga harus memikirkan keselamatan warga. Bisa saja dengan memindahkan harimau ini ke tempat lain,” ujarnya.

Dalam catatan StartNews dalam dua tahun terakhir, sudah puluhan kali terjadi konfilk harimau dengan manusia, termasuk ada beberapa bintang ternak yang sudah dimakan harimau. Selama itu, warga tetap dihantui rasa ketakutan untuk beraktivitas di tempat usaha mereka.

Reporter : Lokot Husda Lubis

Tags: BKSDAHarimauKonflikKotanopan
ShareTweet
Next Post
Kumandang Azan Iringi Keberangkatan Tim SAHATA Menuju Paluta

Kumandang Azan Iringi Keberangkatan Tim SAHATA Menuju Paluta

Discussion about this post

Recommended

Data Percepatan Penanganan Covid-19 Madina: 1 ODP Baru, Pelaku Perjalanan 8740 Orang

Data Percepatan Penanganan Covid-19 Madina: 1 ODP Baru, Pelaku Perjalanan 8740 Orang

6 tahun ago
Bupati Madina Tegaskan Normalisasi Aek Dakka dan Aek Namora Harus Tuntas

Bupati Madina Tegaskan Normalisasi Aek Dakka dan Aek Namora Harus Tuntas

3 bulan ago

Popular News

  • Sahnan Pasaribu Didepak, Bupati Madina Lantik Afrizal Jadi Sekda

    Sahnan Pasaribu Didepak, Bupati Madina Lantik Afrizal Jadi Sekda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HUT Ke-27 Madina, Bupati Soroti 1.200 Km Jalan Rusak dan Isu Mundurnya 6 Kepala OPD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • MARPOKAT Desak Pemkab Madina Legalkan Tambang Rakyat Demi Kepastian Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prof. Sumper Mulia Harahap Dilantik sebagai Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berpisah dengan Istri, Pria di Tapsel Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

error: Copyright Start News Group
No Result
View All Result
  • Home
  • Madina
  • Sumut
  • Newsline
  • Nasional
  • Newsline
  • Kabar Desa
  • Opini
  • Figur
  • Komunitas

© 2025