Padangsidempuan, StartNews Kamis (15/12/2022) kemarin barangkali menjadi ‘hari kemerdekaan bagi tiga warga Kota Padangsidempuan. Pasalnya, setelah sekian lama kebebasan mereka dirampas, kemarin mereka dibebaskan dari belenggu pasung.
Mereka yang dibebaskan dari pasungan itu adalah Suwanto Zega, warga Desa Aek Tuhul, Kecamatan Padangsidempuan Batunadua; Mahmud Simamora, warga Dusun IV Desa Joring Natobang, Kecamatan Padangsidempuan Angkola Julu; dan Ahmad Sholeh, warga Lingkungan I Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsidempuan Tenggara.
Setelah dibebaskan dari pasungan, tiga warga yang disebut Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) itu dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Indrem di Medan, Sumatera Utara.

Pembebasan tiga ODGJ itu disaksikan langsung oleh Wali Kota Padangsidempuan Irsan Efendi Nasution dan Menteri Sosial Tri Rismaharini secara virtual. Pembebasan tiga ODGJ itu merupakan bagian dari kegiatan memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2022 yang mengusung tema: Indonesia Bebas Pasung, Indonesia Mendengar, dan Indonesia Melihat.
Dalam sambutannya, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengimbau masyarakat agar memperlakukan ODGJ secara manusiawi. Menurut dia, ODGJ masih dilindungi Hak Asasi Manusia (HAM). “Walaupun banyak orang yang tidak sependapat dengan saya, tetapi saya percaya Orang Dengan Ganguan Jiwa berhak diberlakukan secara manusiawi,” tegasnya.
Risma juga berharap semua lapisan masyarakat memberikan dukungan agar ODGJ berdaya untuk mengakses apapun, termasuk kesehatan hingga masalah ekonomi.
“Dengan adanya acara ini, saya berharap kita semua mendukung warga disabilitas di seluruh Indonesia agar mereka mampu dan berdaya mengakses apapun, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga masalah ekonomi,” ujarnya.
Sementara Wali Kota Padangsidempuan Irsan Efendi Nasution mengatakan peringatan Hari Disabilitas harus dimaknai sebagai momentum penting untuk mencatat kemajuan dan gerak nyata untuk pelayanan bagi hak-hak penyadang disabilitas.
“Saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial dalam memperingati Hari Disabilitas tahun 2022 ini. Saya berharap masyarakat aktif menyampaikan informasi jika ada tetangga atau keluarganya yang mengalami disabilitas. Tujuannya, agar pemerintah bisa mengintervensi untuk mengatasinya. Jika ada masyarakat yang mengetahui adanya pemasungan segera informasikan ke pemerintah melalui Dinas Sosial agar bisa langsung ditangani,” ujar Irsan.
Reporter: Sir





Discussion about this post