Panyabungan, StartNews  Hujan yang sempat tiga kali mengguyur kota Panyabungan pada H-1 Idul Fitri 1443 Hijiriah ditengarai menjadi penyebab harga daging anjlok menjadi Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram. Bahkan, usai buka puasa masih ada lapak di Pasarbaru, tepatnya di seberang jalan SPBU Sipolupolu, yang menjajakan daging.
Menurut warga, dilansir dari beritahuta.com, lapak itu baru buka beberapa saat menjelang buka puasa. Tidak ada informasi dimana sebelunya mereka buka lapak. Tampak banyak warga ingin beli daging, karena harganya lebih murah, sekitar Rp 130 ribu sampai Rp 140 ribu per kilogram.
Lapak lainnya di Pasarbaru sudah habis sekitar pukul 17.30 WIB. Kalaupun ada satu atau dua lapak yang masih buka, mereka hanya menjual sejenis jeroan.
Rahmad, pedagang daging musiman asal Kotasiantar, Panyabunganyang membuka lapak di Pasarlama, mengatakan saat pagi dia perkirakan harga daging bakal naik menjelang sore mengingat tingginya animo masyarakat membeli daging.
Begitu hujan turun, pasar berangsur sepi. Tak lama lagi, hujan lagi, dan terakhir hujan jelang azar. Tiga kali hujan, pasar makin sepi, katanya, Ahad (1/5/2022) petang.
Berdasarkan pantauan di seputar jalan keliling Pasarlama pada pukul 16.30 WIB, sebagian lapak memang sudah tutup. Sebagian lagi masih buka, meskipun tidak banyak lagi stok dagangan mereka.
Jika pada pagi hingga sebelum hujan, harga daging bertahan Rp 160 ribu hingga Rp 170 ribu per kilogram. Namun, setelah hujan reda sudah ada pedagang yang menjual daging seharga Rp 140 ribu per kilogran, jeroan seharga Rp 50 ribu per kilogram, dan tulang sop berkisar Rp 100 ribu per kilogram.
Rahmad mengatakan salah satu penyebab daging belum habis sampai petang, karena poken bante (pekan daging) kali ini banyak pedagang musiman buka lapak. Biasanya enggak sampai 20, sekarang hampir 30 lapak, katanya.
Dibanding H-1 Ramadan 1443 Hijiriah lalu, harga saat ini jauh lebih bersahabat bagi pedagang. Kalau sekarang agak mendingan. Kalau waktu mau puasa, waduh sedih dengar cerita kawan-kawan, katanya.
Sebelumnya diberitakan, pada pagi hari H-1 Idul Fitri tahun ini terlihat animo masyarakat Panyabungan dan sekitarnya membeli daging tergolong tinggi. Hingga pukul 10.00 WIB Minggu (1/5/2022), harga daging dibandrol bervariasi Rp 160 ribu hingga Rp 170 ribu per kilogram.
Sedangkan tulang sop seharga Rp 120 ribu per kilogram. Harga ini diperkirakan bakal naik pada jelang sore. Karena hujan, perkiraan itu meleset.
Harga tulang sop sebenarnya sejak pagi sudah bervariasi. Jika kualitasnya bagus, para pedagang musiman menawarkan Rp 140 ribu per kilogram. Hampir semua warga yang membeli daging, selalu membeli tulang sop meskipun hanya sedikit.
Reporter: Sir





Discussion about this post