Hutabargot, StartNews Banjir wilayah Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), yang terjadi beberapa hari terakhir ini disebabkan meluapnya Sungai Simalagi yang mengalir membelah kecamatan tersebut. Faktor cuaca berupa tingginya curah hujan dan pedangkalan sungai menyebabkan air naik dan meluap ke perkampungan warga dengan derasnya.
Hasil pantauan Minggu (2/1/2022) siang, di beberapa titik banjir terlihat tanaman cabai dan persawahan tenggelam dan rusak, begitu juga abrasi menyebabkan beberapa rumah warga disepanjang pinggir sungai terancam runtuh dan hanyut.
Elvi Adila, Sekretaris Kecamatan Hutabargot, saat meninjau bekas luapan Sungai Simalagi di jembatan Hutabargot Nauli bersama Babinsa Koramil 13 Panyabungan mengatakan memang hujan seharian kemarin itu menyebabkan tingginya debit air sungai dan melimpah naik kepemukiman penduduk hingga malam hari tadi.
Sejak tadi malam kita sudah mewanti wanti jika hujan berlanjut hingga hari ini, pak Camat juga sudah memberi arahan kepada semua Kepala Desa untuk tetap siaga banjir, ungkapnya di dampingi Kepala Desa Hutabargot Nauli Zoro dan Babinsa Koramil Panyabungan.
Elvi juga memperlihatkan beberapa rumah penduduk yang terancam runtuh akibat abrasi akibat luapan sungai Simalagi dititik Hutabargot Setia, kita tentunya juga memperingatkan warga pada titik rawan agar selalu waspada, mengingat curah hujan masih belum reda. tutupnya.
Sementara Kepala Desa Hutabargot Nauli mengatakan sangat mengharapkan bantuan segera pembuatan dek bronjong atau dek penahan abrasi sungai, soalnya jika dibiarkan akan berdampak runtuhnya rumah warga dan juga dapat mengeruk pondasi jembatan penghubung antar desa tersebut, ungkapnya.
Sementara lahan persawahan yang tertimbun lumpur bisa dibersihkan dengan penyemprotan air, namun tanaman sudahlah rusak dan harus ditanami kembali. tuturnya.
Reporter: Rls





Discussion about this post