BAZNAS Madina kembali menyalurkan bantuan biaya pendidikan tahap kedua tahun 2026 minimal Rp1 juta kepada 20 mahasiswa STAIN Madina kurang mampu.
Panyabungan, StartNews – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Mandailing Natal (BAZNAS Madina) kembali menyalurkan bantuan biaya pendidikan tahap kedua tahun 2026 bagi 20 mahasiswa kurang mampu di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina, Jumat (23/10/2026).
Program yang sebelumnya sukses dilaksanakan pada Juli 2026 ini hadir sebagai angin segar bagi mahasiswa penerima manfaat guna memenuhi kebutuhan operasional perkuliahan dan menjaga kelancaran studi mereka di tengah keterbatasan ekonomi.
Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis, M.Ed., mengapresiasi keberlanjutan kepedulian BAZNAS Madina terhadap para mahasiswanya.

Menurut dia, kepedulian institusi pengelola zakat tersebut berdampak langsung bagi kelangsungan masa depan akademik para mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Madina yang terus memberikan perhatian kepada mahasiswa kami. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Kami berharap para mahasiswa memanfaatkan dana ini dengan sebaik-baiknya untuk menunjang kelancaran proses perkuliahan,” ujar Mara Samin Lubis.
Pada penyaluran tahap kedua ini, masing-masing 20 mahasiswa penerima membawa pulang bantuan modal pendidikan minimal sebesar Rp1 juta.
Pimpinan BAZNAS Madina Tan Husein Nasution menekankan pentingnya efektivitas pemanfaatan dana tersebut agar fokus dialokasikan pada pemenuhan sarana belajar.
Tak hanya memberikan dorongan finansial, Tan Husein juga menanamkan nilai keberlanjutan kepedulian sosial agar para penerima manfaat kelak tergerak untuk menjadi bagian dari rantai kebaikan setelah sukses mendulang karier.
“Hari ini kita menerima bantuan. Mudah-mudahan suatu saat nanti, ketika kita sudah mampu secara ekonomi, kita juga bisa menjadi orang yang memberi dan membantu sesama melalui BAZNAS,” tutur Tan Husein Nasution.
Melalui konsistensi penyaluran bantuan ini, dia berharap dapat menekan angka putus kuliah akibat kendala biaya sekaligus menumbuhkan semangat budaya berbagi dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Madina.
Reporter: Sir





Discussion about this post