Pemprov Sumut mengejar percepatan realisasi program bedah rumah 2026 yang melonjak hingga 15.011 unit dengan memperketat administrasi daerah.
Medan, StartNews – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) segera mengeksekusi lonjakan alokasi program bedah rumah tahun 2026 yang menembus angka 15.011 unit. Pemprov Sumut mendesak pemerintah kabupaten dan kota untuk mempercepat pemberkasan administrasi demi mencegah keterlambatan realisasi di lapangan.
Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Timur Tumanggor menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Percepatan dan Monitoring Progres Program Bedah Rumah di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (12/10/2026).
Dia mengatakan lonjakan kuota dari 1.900 unit pada tahun 2025 menjadi 15.011 unit pada tahun ini merupakan momentum yang wajib dioptimalkan.
“Peningkatan alokasi ini menjadi peluang besar untuk penanganan RTLH di Sumut. Baru tahun ini alokasinya cukup besar, dari 1.900 unit pada 2025 menjadi 15.011 unit pada 2026. Karena itu, diperlukan dukungan serta koordinasi yang kuat dari seluruh pemerintah kabupaten/kota agar program ini dapat direalisasikan secara optimal hingga akhir tahun,” tegas Timur Tumanggor.
Timur menginstruksikan jajaran dinas terkait di daerah untuk segera menuntaskan berita acara calon penerima bantuan beserta dokumen pendukung. Kelengkapan syarat administrasi menjadi kunci utama agar kucuran dana dapat segera ditransfer dan pengerjaan fisik di lapangan berjalan lancar.
Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Sumatera II Rizaldi Andi Atjo merinci, setiap unit rumah tidak layak huni menerima alokasi bantuan senilai Rp20 juta. Skema penyaluran membagi dana tersebut menjadi Rp17,5 juta untuk belanja bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk insentif upah tukang.
Rizaldi mencatat kenaikan alokasi bantuan bedah rumah di Sumatera Utara tahun ini mencapai 657 persen dibandingkan tahun lalu. Dia meminta perangkat daerah yang membidangi perumahan rakyat segera merampungkan penetapan penerima hingga penerbitan surat keputusan resmi.
“Hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan pelaksanaan program pada 2026 sekaligus mendukung perencanaan program tahun 2027. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota, serta semangat gotong royong, diharapkan dapat mendukung kelancaran program bedah rumah di Sumut agar tepat sasaran,” kata Rizaldi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Balai P3KP Sumatera II terus memantau progres harian berkas dari seluruh kabupaten dan kota. Evaluasi berkala dilakukan untuk memetakan kendala teknis lapangan sehingga target penuntasan 15.011 unit rumah layak huni tercapai tepat waktu sebelum penghujung tahun 2026.
Reporter: Sir





Discussion about this post