Polisi menyelidiki kasus tewasnya Ranizanto Tafonao (38), penjaga kebun yang tenggelam di Sungai Desa Lumut Maju, Tapanuli Tengah, saat menyeberangi sungai meluap bersama anaknya.
Tapteng, StartNews – Aparat Polsek Sibabangun bersama Tim Inafis Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) melakukan penyelidikan atas peristiwa jatuhnya seorang karyawan swasta hingga meninggal dunia di aliran sungai Dusun III, Desa Lumut Maju, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapteng, Senin (14/9/2026).
Korban bernama Ranizanto Tafonao (38), pria asal Kabupaten Padanglawas Utara yang sehari-hari bekerja menjaga kebun warga di Desa Lumut Maju, ditemukan tewas terapung oleh pihak keluarga sekitar pukul 07.00 WIB setelah sempat hilang terseret arus sungai yang meluap pada malam sebelumnya.
Peristiwa nahas itu bermula pada Minggu (13/9/2026) sore sekitar pukul 18.00 WIB, ketika korban menyeberangi sungai menggunakan perahu mesin bersama anaknya yang masih berusia lima tahun usai berkunjung dari rumah kerabatnya.
Saat perahu mendekati tepi sungai, korban mendadak jatuh ke aliran air yang sedang meluap akibat curah hujan yang tinggi di kawasan tersebut.
Anak korban yang masih balita dan berada di atas perahu langsung menangis serta berteriak meminta pertolongan hingga terdengar oleh kerabat yang tinggal di sekitar pinggir sungai. Namun, pencarian malam itu belum membuahkan hasil hingga jenazah korban baru ditemukan keesokan harinya.
Kapolres Tapteng melalui Kapolsek Sibabangun Iptu Totok CW mengatakan pihaknya langsung bertindak begitu menerima laporan dari warga dan aparat desa setempat.
“Petugas telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari dua orang saksi di lokasi kejadian,” ujar Totok.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan medis awal (visum et repertum) yang dilakukan petugas medis Puskesmas, polisi memastikan tidak ada indikasi tindak pidana penganiayaan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan medis awal oleh tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan kerabat, korban juga memiliki riwayat penyakit dalam dan sempat berobat ke rumah sakit di Pandan beberapa minggu lalu,” jelas Totok.
Totok menambahkan, pihak keluarga korban telah berkoordinasi dan sepakat menerima kejadian penemuan jenazah di aliran sungai ini sebagai musibah murni tanpa memproses pemeriksaan lanjutan.
“Pihak keluarga yang berada di Nias juga sudah dihubungi dan sepakat untuk tidak melanjutkan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit, menyadari kondisi korban yang memang sedang memiliki riwayat sakit,” ujar Totok.
Reporter: Sir





Discussion about this post